Kecamatan Sidoharjo Bershalawat Bersama Habib Syech

Wonogiri- Bertempat di Pesantren Roidhoh Azizah 99 di Dusun Widoro RT 03/05, Desa Widoro, Kecamatan Sidoharjo telah dilaksanakan Kegiatan Sidoharjo Bersholawat Dalam Rangka Tasyakuran Keluarga Besar KH Al Adiyat dan Memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan RI, Jumat(24/8) malam.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Habib Syech Bin Abdul Qodir Asegaf, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf M. Heri Amrulloh , Ketua DPRD Setyo Sukarno, Danramil 17/Sidoharjo Kapten Inf Hengky, Kapolsek AKP Sumitro, Camat Sidoharjo Mulyono.

Sambutan Bupati Wonogiri yang disampaikan oleh ketua DPRD Setyo Sukarno menyampaikan masih dalam suasana Hut RI ke-73 hendaknya dapat mengambil kisah pejuang Islam KH Hasyim Ashari dengan hubul waton minal iman mampu menumbuhkan semangat membangun bangsa Indonesia.

Dia menuturkan tanah air memerlukan siraman iman agar dapat membangun rasa nasionalisme dan harus dijaga.

‘Ada satu pesan dari Bapak Bupati bahwasanya kita harus menjaga situasi aman di lingkungan masing-masing karena sebentar lagi tahun politik yang rawan perpecahan dan mari kita doakan saudara-saudara kita di NTB,NTT agar terhindar dari bahaya yang lebih besar dan semangat Islamiyah bersama Sesarengan Mbangun Wonogiri, ” jelasnya.

Habib Syech Bin Abdul Qodir Asegaf dalam tausyahnya menyampaikan sebentar lagi akan ada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan silahkan memilih siapa saja menurut pilihan masing-masing dan jangan golput, jangan sampai menjelekan satu dengan yang lain dan jangan membongkar aib orang lain karena bahwasanya orang yang membongkar aib orang lain semata-mata hanya ingin menutupi aibnya sendiri atau kekurangannya sendiri.

“Seseorang bertanya kepada Nabi tentang musuh terbesar umat islam yang sebenarya, Allah telah mengatakan dalam Al-Qur’an bahwa musuh yang jelas adalah setan dengan adanya Ponpes Roidhoh Azizah 99 ini kita bisa menitipkan anak-anak untuk belajar ilmu agama dengan baik,” bebernya.

Lebih lanjut ditambahkanya acara tersebut selain acara keluarga besar KH. Al Adiyat juga ikut memeriahkan HUT RI ke 73.

“Di daerah NTB ada bencana gempa, kita harus membantu saudara-saudara kita minimal dengan mengirim doa dan saya yakin bahwasanya Pondok Pesantren ini akan semakin maju dan untuk ibu-ibu tirulah Siti Hajar, yang dalam kurun waktu yang lama 80 tahun belum dikaruniai anak namun terus tetap berdoa ingin punya anak, akan tetapi setelah mempunyai anak yaitu Nabi Ismail datanglah cobaan dari Allah SWT yaitu setelah diusianya yang menginjak 11 tahun, Nabi Ibrahim mendapat perintah Allah lewat mimpi untuk menyembelih anaknya Ismail,” terangnya.

Diceritakannya, setelah menunggu lama untuk mempunyai anak dan dikabulkan tapi Allah memberikan cobaan yang besar untuk menyembelih anaknya, namun dengan keimanan yang dimiliki mereka perintah Allah SWT pun dilaksanakan. Sebelum disembelih Nabi Ismail dan ayahnya sempat di pengaruhi oleh syaitan untuk mengurungkan niatnya tetapi setan tersebut di lempar dengan batu dan begitupun Ismail masih tetap meyakinkan ayahnya untuk melaksanakan perintah Allah, setelah Nabi Ibrahim akan menyembelih anaknya dengan kuasa Allah SWT mengirimkan dan mengganti dengan domba dari surga.

“Disini bisa diambil pelajaran bahwa jangan putus asa dan putus harapan dalam pernikahan walaupun belum diberi karunia anak, tetap berdoa dan berusaha. Yang berikutnya kita harus ikhlas dalam melaksanakan perintah Allah SWT niscaya akan dibalas oleh Allah SWT dengan kebaikan-kebaikan yang tidak disangka-sangka,” tutupnya. (RedG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *