Pemalang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Pemalang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana, bertempat di pendopo kelurahan Purwoharjo Kec. Comal Kab. Pemalang, pada Kamis (13/09/18) dengan penanggungjawan kegiatan Ketua BPBD Kab. Pemalang Drs. H. Wismo, M.pd.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Comal Slamet Suwito, SIP., Staf BPBD kab pemalang Agus Tri Pranoto, SPd., Msi., Pasandidim 0711/Pemalang Letda Inf Nurma Firdaus, Kepala Kelurahan Purwoharjo Wijanarko, Sip., Kepala SMA/ SMK Negeri/swasta se kec Comal, Kepala/Perangkat desa se kec Comal, Pengasuh Pondok pesantren se kecamatan Comal, anggota Koramil 04 comal Sertu Kurdi dan anggota Polsek Comal Brigadir Hartono.

Dalam kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana ini disampaikan beberapa materi antara lain materi Peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana lebih lanjut Camat Comal menjelaskan terjadi bencana sebagaian besar karena ulah manusia /kelalaian (human eror), untuk bencana banjir Kec. Comal termasuk zona merah di karenakan struktur alam rendah dekat sungai serta karena dampak pembangunan. untuk bulan September sekarang ini dinamakan musim panas extrem /anomali. Camat juga menghimbau untuk mencegah bencana diorganisir manakala terjadi bencana, lingkup kecil dari keluarga, sekolah ataupun instansi diadakannya P3K, kuncinya jangan panik, waspada dan peduli serta tingkatkan kesadaran untuk temu cepat dan laor cepat.

Sedangkan Pasandidim 0711/Pemalang Letda Inf Nurma Firdaus memberikan materi Radikalisme dan Terorisme, lebih lanjut Pasandi menjelaskan Radikalisme adalah embrio dari teroris dibagi tiga antara lain radikan kanan (Raka), radikal kiri (Raki) dan radikal lainnya (Rala). Radikalisme mempunyai ciri-ciri intoleransi, fanatik, ekslusif dan revolusioner. Untuk pencegahan radikalisme dapat dilakukan oleh tokoh masyarakat maupun agama melalui salah satunya dengan pendekatan ke mantan napiter. Serta yang tidak kalah pentingnya waspada terhadap berita yang menyesatkan /hoax.

Dari petugas Satpol PP/Damkar kab Pemalang bapak Sodikin menyampaikan bencana tidak bisa di prediksi maka perlu sosialisasi, untuk reaksi kimia oksidasi cepat yang menimbulkan panas dan kebakaran dinamakan Api, kebakaran tidak dibutuhkan kehadiran nya walaupun kecil sekalipun.

Kegiatan dikahiri dengan praktek pemadaman api yang disaksikan oleh seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir.(RedG kontributor Candra)

Tinggalkan Komentar