Solo- Revolusi akhlak serta rencana safari keliling Indonesia yang digagas Rizieq Shihab mendapat tanggapan berupa penolakan oleh sekitar 500 orang dari berbagai macam elemen yang berkumpul di Bundaran Gladak, Solo, Sabtu (21/11) sore.

Aksi damai tersebut dipimpin oleh tokoh masyarakat asal Solo BRM Kusumo Putro, SH, MH. Para peserta aksi dengan memakai masker membentangkan poster dan MMT berupa penolakan kedatangan Rizieq Shihab dan ajakan untuk menjaga agar suasana Kota Solo selalu kondusif serta membawa bendera merah putih.

Menurut Kusumo, kedatangan Rizieq Shihab akan menimbulkan kegaduhan masyarakat di Kota Solo.

“Masyarakat Kota Solo biasa dengan suasana kehidupan yang adem ayem, tenteram, tepo sliro, saling menghargai dan menghormati dalam kebhinekaan,” katanya.

Dihadapan para peserta Kusumo membacakan tiga butir deklarasi yang intinya menolak kedatangan Rizieq Shihab di Kota Bengawan dan selalu menciptakan keadaan yang harmonis dan kondusif. Para peserta dengan semangat menirukannya.

“Siapapun yang akan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia akan berhadapan dengan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Suasana mendung tidak menyurutkan semangat Kusumo untuk melakukan orasi, dia menanyakan kepada para peserta apakah akan tetap di lokasi kegiatan jika hujan turun. Para peserta dengan serentak menjawab dengan satu jawaban yakni tetap akan di lokasi meski diguyur hujan.

Kapolrestabes Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak yang hadir dalam acara tersebut meminta massa untuk segera pulang ke rumah masing- masing demi menghindari adanya penularan Covid 19.Massapun dengan tertib meninggalkan lokasi acara tersebut. (RedG/ Yuli )

 

 

Tinggalkan Komentar