Pacitan – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Muhammad Nurul Huda, merupakan  pasien pertama positif Covid-19 di pacitan. Pria yang akrab di sapa Gus Huda, ini merupakan cluster Sukolilo, Surabaya.

Selama enam puluh dua (62) hari lamanya, ia di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pacitan.dan merasakan kesendirian di dalam ruangan yang di ibaratkan seperti penjara.

Kesendirian itu membuat nya menjadi menjadi stres dan nyaris tidak bisa berfikir positif. saat di rawat di RSUD Pacitan hanya mendapatkan Makanan bergizi,vitamin serta cek suhu saja.

“Kalau di sana (RSUD) Pacitan. Saya begitu di nyatakan positif Covid-19 dan langsung di masukan di ruangan, ya sudah saya di nyatakan sebagai pasien dan tidak ada istilah saya harus bagaimana,” katanya, Senin,(15/6/2020).

Lebih lanjut Huda, mengungkapkan bahwa tidak ada yang istimewa pada dirinya sebagai pasien. Pasalnya hanyalah di kasih vitamin, makanan dan di cek suhu tubuhnya.

“Ya cuma begitu aja, kasih makan minum, vitamin, cek suhu badan dan tekanan darah, jadi tidak ada istilah di tanya psikisnya bagaimana, nyaris tidak ada komunikasi antara pasien dan perawat,” ungkapnya

Namun, setelah di pindahkanya dirinya dari RSUD pacitan ke wisma atlit. Ia mengungkapkan, bahwa pikiran menjadi fres dan tidak lagi stres seperti yang dia rasakan sebelumnya.

Ada hal lain yang membuat kondisi Huda begitu ceria saat di pindah ke rumah karantina di wisma atlit.ia mengatakan saat di konfirmasi, bahwa di wisma atlit dirinya mendapat saudara, sahabat yang sangat dekat.

“Saya di wisma atlit ini sudah 12 hari, pikiran saya menjadi fres, pikiran saya tidak kemana-mana karena di sini saya juga di ibaratkan menemukan hidup lagi. Ada teman yang selalu saya ajak berdiskusi, sharing-sharing, bercanda dan lain-lain.tapi tentunya dengan protokol kesehatan” terang Huda.

Huda juga punya keyakinan, bahwa pasien-pasien lain di wisma atlit pacitan akan seperti dirinya karena pelayanan, kearifan selalu ada komunikasi antara penjaga dan pasienpun sangat menyejukkan hati. (RedG/Apri)

Tinggalkan Komentar