oleh

Ciptakan Hand Sanitizer dari Bahan Alami, 2 Siswa SMPN 1 Kudus Kejutkan Dunia

Kudus – Meski hidup dalam tekanan pandemi Covid-19, namun hal itu tak menyurutkan semangat berinovasi anak-anak bangsa. Karya inovasi anak-anak Indonesia ini pun bukan isapan jempol belaka.

Sebab, pada pertengahan Februari 2021 lalu, dua siswa SMP asal Kudus, Jawa Tengah kembali mengangkat wajah Indonesia di kanca Internasional.

Kedua siswa tersebut, yakni Mirza Tsabita Wafa’Ana (kelas 9) dan Muhammad Faris Kautsar (kelas 7) berhasil mencuri perhatian dewan juri di ajang ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEF) dengan hasil produk inovasi mereka, yakni membuat hand sanitizer yang ramah lingkungan.

Mereka pun berhasil menyabet medali emas di ajang bergensi tersebut. Tak hanya itu saja, di ajang AISEF yang digelar pada 18 Februari 2021 lalu secara virtual itu, mereka juga mampu mengalahkan 505 tim yang berasal dari 20 negara.

Hand sanitizer ramah lingkungan yang dibuat kedua siswa SMPN 1 Kudus ini terbuat dari bahan alami, yaitu dari pelepah pisang, kayu manis, dan daun sirih yang semua bahan ini asli tanaman Indonesia. Sehingga hand sanitizer tersebut yang ramah bagi penderita penyakit psoriasis.

“Membuat hand sanitizer untuk penderita psoriasis agar bisa leluasa keluar rumah. Tidak takut sensitif kena sabun. Selain itu juga mampu menjadi pelindung saat tengah pandemi. Sehingga penderita psoriasis tidak takut menggunakan hand sanitizer pada umumnya (sabun),” kata Mirza, seperti dikutip dari detik.com, Selasa (9/3/2021).

Dia menjelaskan, sebelum membuat hand sanitizer dari pelepah pisang, kayu manis dan daun sirih tersebut, mereka terlebihdahulu meneliti kandungan Ph, ion, etanol dan kandungan bakteri di dalam hand sanitizer protein itu. Mereka juga memberi sedikit alkohol, namun hanya untuk pengawet.

Baca Juga  Dukungan Kepala Daerah di Sumbar ke Jokowi Sudah Tepat

Menurut Mirza, hand sanitizer buatannya itu memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan yang lain. Seperti aman bagi penderita psoriasis hingga membunuh virus corona.

“Keunggulannya, lebih alami memenuhi kadar WHO dan juga bisa membunuh Covid-19 dan itu aman bagi penderita pkoreasis,” tuturnya.

Guru pembimbing Mirza dan Fariz, Sri Winarni mengatakan, kedua siswanya itu bukan baru kali ini meraih prestasi dibidang inovasi sains tersebut. Pasalnya, Mirza dan Faris juga pernah meraih prestasi di tingkat nasional pada tahun 2020 lalu dengan hasil karya mereka membuat kefir dari susu kambing etawa.

“Kefir itu nasional, yang kefir baru tahun 2020. Perunggu di ajang National Applied Science Project Olympic dan perak di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympic,” ungkapnya.

Seri menjelaskan, kefir buatan siswanya itu digunakan untuk pemulihan pascaoperasi penderita divertikulitis duodenum.

“Pasien setelah operasi diberikan makanan khusus, contohnya bubur bayi dan Yakult, itu tidak bertahan lama dan operasi kembali. Namun, kefir ternyata bagus untuk pemulihan. Nah maka kita buat kefir yang terbuat dari susu kambing etawa dan susu sapi ada juga susu kedelai. Itu dicampur-campur difermentasi,” jelasnya. (RedG/ong)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed