oleh

Cipta Kondisi di Bulan Ramadhan, Satpol PP Kota Semarang Garuk PSK dan PGOT

Semarang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Jawa Tengah menggelar operasi Yustisi dalam rangka bulan Ramadhan pada Rabu (28/4/2021) pagi.

Giat kali ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto. Adapun sasaran kali ini yaitu pengemis, gelandangan, orang terlantar (PGOT) serta pekerja seks komersial (PSK).

Berdasarkan pantauan di lapangan, operasi yang dimulai dari pukul 08.45 sampai 10.15 WIB.

Berikut hasil penyisiran Satpol PP, yakni ada 23 PGOT dan 9 PSK yang terjaring dalam operasi tersebut.

Mereka ditangkap di beberapa lokasi yaitu, di lokasi Jalan Ronggolawe, Jalan Kalibanteng, Jalan Semarang Indah, Jalan Indraprasta, Jalan Imam Bonjol, Jalan Patimura dan Jalan Dr Cipto.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, kegiatan operasi ini merupakan menindaklanjuti laporan warga yang mengadu kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

“Kami tidak akan tebang pilih, termasuk praktik judi togel untuk berhenti dulu di bulan Ramadhan. Terus ada laporan dari Wali Kota terkait PGOT, langsung kita adakan giat hari ini,” kata Fajar usai giat cipta kondisi.

Selain itu, PSK yang telah diamankan, tambah Fajar, pihaknya akan membawa langsung ke Panti Rehabilitasi Sosial Wanito Utomo di Kota Solo untuk diberikan pembinaan selama tiga bulan.

“Mohon maaf untuk PSK akan langsung kami bawa ke Solo, sementara PGOT dibawa ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa) hari ini juga,” ucapnya.

Karena itu, Fajar mempersilakan agar keluarga (dari PSK) untuk langsung mengurus kesana (Solo). “Di bulan Ramadhan ini kami pingin semua orang benar-benar meghormati,” tambahnya.

Menurut Fajar, PSK yang ditangkap merupakan warga dari luar Kota Semarang termasuk PGOT.

Baca Juga  Jelang mudik lebaran, Dandim 0710 Pekalongan Dampingi Danrem 071/Wijayakusuma Lakukan Pengecekan Jalur Tol

Fajar melanjutkan, meskipun sudah beberapa kali mendapat peringatan dan pembinaan itu sangat menyayangkan praktik prostitusi online yang masih tetap dijalankan.

“Saya sudah bilang, jangan sekali-sekali melakukan kegiatan prostitusi. Ternyata kami dapat hari ini dan akan langsung kami kirim (ke Solo),” tuturnya.

Fajar dengan tegas mengatakan, pihaknya akan melakukan Kegiatan-kegiatan demi terciptanya kondisi yang nyaman dan tenang di Kota Semarang.

“Jadi mohon maaf bukan kami tidak manusiawi, cuma kami berfikir agar Kota Semarang ini tertib dan Wali Kota tidak banyak mendapat aduan,” tutupnya. (RedG / Dicky Tifani Badi)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed