oleh

Cegah Terjadinya Konflik Lahan Antara Warga dan PT MYJ, Puluhan Personil Dikerahkan Amankan Lokasi

TANJABTIMUR – Kepolisian Resort (Polres) Tanjab Timur gerak cepat dalam rangka upaya pencegahan terjadinya gangguan kamtibmas dengan menerjunkan puluhan personil ke lokasi terjadinya sengketa lahan di parit 2 Desa Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjab Timur, Rabu (24/10/23).

Upaya yang dilakukan Polres Tanjab Timur tersebut karena adanya warga uang bersengketa yaitu Arfah dan kawan-kawan dengan pihak PT Metro Yakin Jaya (MYJ), yang mana pihak Arfah mengklaim bahwa obyek lahan yang berada di PT MYJ seluas 2,5 Hektare dengan didasari surat Sporadik yang saat ini mereka duduki merupakan hak milik mereka selaku ahli waris dari Alm Tahir (orang tua) Arfah.

Sedangkan menurut pihak management PT. MYJ bahwa obyek lahan tersebut merupakan areal kerja PT. MYJ sesuai dengan Izin HGU Nomor: 00023 dengan luas lahan 499,06 Hektar.

Disampaikan Kapolres Tanjab Timur AKBP Heri Supriawan melalui Kasi Humas Polres AKP Darpin bahwa konflik lahan tersebut telah terjadi dari mulai Tahun 2016 yang lalu dan muncul kembali pada 17 Oktober 2023, adapun kronologis kejadian dimana pada saat Umar Hasan (Kepala keamanan PT. MYJ) melaksanakan tugas, beliau melihat ada sekelompok orang yang tak dikenal ± 25 Orang memasuki areal kerja perkebunan PT. MYJ.

” Berdasarkan penjelasan Umar Hasan bahwa sekelompok orang tak dikenal tersebut berniat menduduki lahan diareal kerja perkebunan PT. MYJ dengan membangun tenda penginapan, dengan adanya perihal tersebut Umar Hasan menanyakan kepada salah satu dari pihak mereka terkait apa maksud dan tujuan mereka membangun tenda penginapan di areal kerja PT. MYJ, namun salah satu dari perwakilan kelompok yang mengaku bernama Arfah Bin Tahir menjawab mereka menduduki lahan dengan dasar legalitas Sporadik yang mana Arfah merupakan ahli waris dari Almarhum orang tuanya yang bernama Tahir Bin Latahare,” ungkapnya, Jum’at (27/10/23).

Baca Juga  Menuju Merdeka Belajar, Pemkab Bateng Adakan Bimtek

Dilanjutkan Kapolres, Setelah 2 hari kemudian tepatnya 19 Oktober 2023 sekira pukul 10.00 Wib, Arfah Dkk membawa alat panen seperti parang, dodos sawit dan alat panen lainnya untuk melakukan pemanenan di areal lahan yang mereka klaim, dengan adanya kejadian tersebut Umar Hasan (kepala keamanan PT. MYJ) melaporkan kejadian apa yang dilihatnya kepada Samsu (Humas PT. MYJ) untuk diteruskan ke pihak management PT. MYJ dan pada 24 Oktober 2023 pihak management PT. MYJ melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib.

” Demi terciptanya situasi aman dan kondusif serta meminimalisir terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Tanjab Timur, Personil Polres Tanjab Timur ditugaskan untuk melakukan pengamanan selama tujuh hari di lokasi tempat kejadian perkara (TKP),” lanjut Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tanjab Timur AKBP Heri Supriawan, S.I.K., M.H menekankan kepada seluruh warga masyarakat khususnya kabupaten Tanjab Timur, sehubungan saat ini sudah memasuki bulan – bulan Politik, diharapkan bersama – sama kita menjaga stabilitas keamanan, ketertiban dan jangan sampai dari kita terprovokasi sehingga menimbulkan konflik perpecahan yang dapat merugikan diri sendiri, pungkasnya. (RedG/*/Humas)

Komentar

Tinggalkan Komentar