Cegah Radikalisme, Ini Penjelasan Kodim Pemalang

Pemalang – Pasiintel Dim 0711/Pemalang Kapten Cba Wijil Ariadi berikan materi Radikalisme dan Terorisme dalam kegiatan sosialisasi penanggulangan bencana tahun 2018 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, bertempat Aula Balai desa Banjardawa, Kecamatan  Taman, Kabupaten Pemalang, pada Rabu (07/11/18).

Kegiatan tersebut dihadiri Kasi Pra bencana BPBD Kab Pemalang  Agus Tri Pranoto, Batuud Koramil 02/Taman Pelda Kisnodo, Babinkamtibmas Polsek Taman Aiptu Wasrun,  Relawan PMI Kabupaten  Pemalang  Dwito Mubarok, Kasi Trantib Kecamatan Taman  Alim,  Perwakilan perangkat desa se kec. Taman dan Perwakilan guru dan pengurus pondok di wilayah Kecamatan Taman

Kapten Cba Wijil Ariadi menyampaikan tentang penanganan ancaman terorisme dan radikalisme serta memberikan pemahaman 4 pilar kebangsaan antara lain  Pertama UUD 1945, kedua Pansasila, ketiga NKRI, ke empat Bhineka Tungal Ika. Lebih lanjut dalam penjelasannya masyarakat dan khususnya Generasi muda tidak boleh diam dalam menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di dunia maya (internet). Apalagi dunia maya kini makin disesaki faham-faham negatif, terutama radikalisme dan terorisme. Generasi muda tidak boleh diam dan harus bangkit membersihkan dunia maya dari radikalisme dan terorisme. Ini penting karena sasaran radikalisme dan terorisme adalah anak muda, sehingga yang bisa melawan pun juga harus anak muda, baik melalui tulisan, video, meme dan laian-lain.

Pemberantasan Terorisme adalah masalah yang kompleks, Hal ini bukan hanya menjadi tugas TNI/POLRI saja akan tetapi menjadi tugas bersama dan tanpa adanya kesadaran kita bersama akan sangat sulit untuk memberantas terorisme. Kurangnya partisipasi masyarakat akan memberikan ruang hidup bagi para teroris oleh karena itu peran aktif seluruh lapisan masyarakat dan peran tokoh agama akan sangat membantu tugas aparat pemerintah terutama dalam melaksanakan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan radikal serta aktifitas terorisme dan faham Komunis.

Diharapkan dari kegiatan peningkatan kapasitas elemen masyarakat dalam bidang kewaspadaan dan deteksi dini angkatan I ini akan bisa menambah wawasan kebangsaaan dan pengetahuan bagi para peserta dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan keterpaduan penanggulangan bahaya radikalisme, terorisme  dan Komunis serta memperkuat koordinasi dan keterpaduan antara unsur elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintah,TNI/POLRI sehingga selalu siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan di masyarakat.

Pada kesempatan yang sama Kasi pra bencana BPBD Kabupaten  Pemalang Agus Tri pranoto menyampaikan arti  Pentingnya sosialisasi yang kita laksanakan pada pagi hari ini yaitu kesiapan kita dalam menghadapi transisi dari musim kemarau ke musim penghujan di mana kita harus antisipasi manakala dalam transisi tersebut adanya bencana angin  punting beliung seperti yang telah terjadi di wilayah Kecamatan pemalang untuk itu kita harus mewaspadai bila mana di lingkungan kita ada pohon, papan reklame yang bisa sewaktu waktu bisa roboh karena angin tersebut. Masuk di musim penghuja,  harus mengantisipasi akan bahaya banjir yang  sewaktu waktu terjadi.

Saat ini ada kegiatan latihan penanggulangan bencana yang di adakan oleh Korem 071/ WK yang di ikuti oleh dari beberapa kodim yang di laksanakan di wilayah di kabupaten  Pemalang, BPBD Kabupaten  Pemalang sangat mendukung kegiatan tersebut.   BPBD tidak sungkan sungkan  melaksanakan sosialisasi bencana dengan melaksanakan simulasi dan dialog di radio.  Darurat bencana akan di laksanakan di mana terjadi bencana di wilayah maka akan laksanakan penanggulangan bencana dengan instansi terkait selama tujuh hari dan dapat di perpanjang darurat bencana selama tujuh hari di lanjutkan tujuh hari pasca bencana yaitu mendata korban bencana. (RedG Kontributor Candra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *