Salatiga-Guna menghindari kerumunan massa dalam pembagian raport pada tahun ajaran 2019/2020 MTS Negeri Kabupaten Semarang terapkan sistem online, Senin (22/6/2020).

Kebijakan tersebut diberlakukan, tidak lain guna menghindari tatap muka atau kontak fisik karena sedang dalam masa pandemi virus Corona (Covid-19).

Kepala Sekolah MTS Negeri Susukan Kabupaten Semarang Hidayatun, Selasa (23/6) menuturkan inovasi pembagian raport dengan sistem online pada sekolahnya itu diklaim satu-satunya yang ada di Jawa Tengah.

“Ini juga bagian dari mengikuti anjuran pemerintah agar kita tidak berkerumun dan interaksi langsung guna memutus mata rantai penyebaran covid-19,” katanya.

Menurutnya, selain pembagian raport secara daring dalam pengumuman kelulusan sebelumnya juga diterapkan sistem serupa. Itu kata dia, melihat realita risiko penularan virus Corona yang cukup tinggi.

Ia mengatakan, berkaca dari pengalaman sebelum pandemi Corona saat pembagian raport secara langsung para siswa turut serta orangtua mereka.

“Karena itu tahun ini pembagian raport dilakukan melalui aplikasi komunikasi antara sekolah dengan orang tua berbasis jaringan,” bebernya.

Selain pembagian raport, segala bentuk komunikasi, baik konsultasi perkembangan siswa hingga informasi kegiatan belajar mengajar pun dilakukan tanpa tatap muka langsung.

Untuk ini, pihaknya kerap memanfaatkan aplikasi perpesanan WhatsApp (WA), baik secara grup maupun pribadi. Termasuk pelaksanaan wisuda dan masa orientasi madrasah.

Waka Kurikulum MTS Negeri Kabupaten Semarang Nur Kholis menjelaskan ide layanan daring pembagian raport memakai sistem digital yang ada di Google Drive.

“Secara teknis internal sekolah membuat kontak center khusus yang terhubung ke google drive. Wali murid dapat mengakses juga lewat barcode khusus, kemudian memasukkan nomor induk siswa (NIS),” ujarnya

Lebih lanjut Nur Cholis, mengemukakan agar sistem tidak mati lantaran banyaknya pengguna sekolah mengatur jadwal akses. Setiap hari dibatasi maksimal 8 kelas dari total 21 kelas dengan jumlah siswa sejumlah 962 orang.

Seorang wali murid kelas 8 , Thohir (40) mengaku tidak kesulitan mengakses sistem layanan daring dalam pengambilan raport yang diberlakukan sekolah.

“Karena sebelum pembagian raport lewat online ada sosialisasi ke wali murid dari sekolah melalui surat edaran resmi. Pada sistem yang dibuat juga tersedia jawaban pertanyaan dan panduan,” jelasnya (ris)

Tinggalkan Komentar