oleh

Bupati Pemalang Buka Seminar Kebangsaan

Pemalang – “Bersatu Dalam Keberagaman”  merupakan tema dalam seminar kebangsaan yang digelar oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Pemalang, di salah satu hotel di Pemalang, Minggu (24/3 /2019). Bupati Pemalang Junaedi, mengajak kepada para peserta seminar Kebangsaan untuk senantiasa menjaga, dan merawat nilai – nilai luhur kebersamaan, kebangsaan, dan nilai kejuangan dalam rangka mengawal serta mengisi kemerdekaan.

Bupati Junaedi menyampaikan terima kasih kepada warga Tionghoa yang tergabung dalam PSMTI, atas upayanya turut menjaga dan merawat kebhinekaan bersama dengan komponen bangsa yang ada di Kabupaten Pemalang.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pemalang saya merasa berbahagia, bangga punya komunitas yang bersama -sama memikirkan bagaimana hari ini, esok dan yang akan datang ” kata Bupati.

Sedangkan terkait isu hoax yang berkembang selama ini, pihaknya mengajak kepada semua peserta seminar untuk bersama – sama menangkal berita hoax.

Sementara itu, Panitia penyelenggara Seminar Kebangsaan, Assahel Santosa, mengatakan, kegiatan yang diikuti lebih dari seratus orang peserta tersebut, bertujuan agar warga negara Indonesia, lebih mencintai negaranya sendiri.

“Jangan sampai kalau kita suku Tionghoa terus ketionghoa -tionghoaan. hidup dari lahir sampai mati ya di Indonesia. Lahir hidup sampai mati ya untuk Indonesia”, ungkap Ashahel.

Terkait dengan penyelenggaraan seminar, Ashahel mengatakan lebih dari seratus orang peserta yang mengikuti seminar kebangsaan itu berasal dari sejumlah PSMTI yang ada di Jawa Tengah seperti Tegal, Kudus, Rembang, dan Kendal.

Menurut Ashahel, seminar tersebut diperuntukkan hanya untuk kalangan terbatas.

“Penyelenggaranya PSMTI Kabupaten Pemalang, atas usulan dari PSMTI Jawa Tengah. Sedangkan materi seputar tema kegiatan, yaitu “Bersatu dalam keberagaman. Bersatu bukannya satu. dalam negara itu bukan hanya satu suku saja, bersatu itu dari berbagai macam etnis yang ada. kita sama sama mendukung dan berpartisipasi dalam terselenggaranya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat”, Tegas Ashahel.

Baca Juga  Mahasiswa UMY Mengabdi Untuk Masyarakat

Dipaparkannya, Marga Tionghoa sudah eksis di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu, dan bersama -sama dengan rakyat Indonesia ikut memperjuangkan kemerdekaan.

“Kami bukanlah warga negara asing, ataupun orang asing yang ada di Indonesia. Kami ini ya Indonesia. Sama dengan suku lainnya’, kata Ashahel.

Dengan berlangsungnya seminar kebangsaan tersebut, maka pihaknya berharap semua bisa lebih membaur dengan etnis lain.

“Kita jangan sampai terpecah belah hanya karena perbedaan suku. Kita lahir nggak bisa memilih. semua karunia Tuhan. Kita hanya bisa mensyukuri karunia Tuhan”, tutur Ashahel. (RedG/sumber IKP Kominfopml)

Komentar

Tinggalkan Komentar