oleh

Bupati Bangka Tengah, Tradisi Ruwah Kubur Jangan Hanya Dimaknai Rutinitas

Sungai Selan — Perayaan Tradisi Ruwah Kubur tahun ini, Desa Keretak dan Keretak Atas, menggelar Tabligh Akbar dengan mengundang penceramah Ustaz Kasif Heer dan nganggung bersama di Masjid Al-ihsan, Kamis (22/2/2024).

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan ini adalah bentuk motivasi bagi kita, mengingatkan kita bahwa kita hidup hanya sebentar di dunia ini.

“Ini harus kita tanamkan bahwa kita akan kembali kepada-Nya,” ujarnya.

Ia menjelaskan peringatan ruwah kubur jangan hanya dijadikan sebuah acara rutin saja.

“Melainkan harus ada sesuatu yang disampaikan dan diyakini bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan dimintai pertanggungjawaban,” terangnya.

Selain itu, tradisi ruwah kubur perlu dilestarikan dan dijaga agar tetap memperkuat solidaritas dan kebersamaan antar sesama warga.

“Kegiatan ruwah kubur ini harus terus kita jaga karena selain melestarikan budaya, tradisi ini mengandung nilai-nilai keagamaan,” tuturnya.

Sementara itu Camat Sungai Selan, Jakara Akbar mengatakan tradisi budaya ini dikenal dengan tradisi ruwah kubur, bagi masyarakat Desa Keretak dan Keretak Atas, ritual perayaan ruwah kubur sudah menjadi tradisi sejak dulu,

“Tradisi ruwah kubur diisi dengan kegiatan yasinan dan tahlilan untuk mendoakan kerabat atau keluarga yang telah meninggal dunia,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, dalam perayaan tradisi ruwah kubur, masyarakat juga menyediakan hidangan layaknya perayaan lebaran dan mempersilakan tamu untuk hadir ke rumah mereka, sebagai tempat untuk dapat bersilaturahmi dengan keluarga dan handai taulan,” imbuhnya (RedG /**).

Komentar

Tinggalkan Komentar