oleh

Bulan Ramadhan Umat Muslim Hendaknya Meniru Siklus Kupu- Kupu

Wonogiri – Sholat idul fitri 1440 H di komplek Lapangan Giri Krida Bakti dihadiri ratusan jamaah, Rabu (5/6).

 

Dalam ceramahnya khatib mengatakan bulan Ramadhan para muslim meniru siklus kepompong. Kupu- kupu merupakan simbol keindahan,berawal dari ulat menijikan hingga fase kepompong dan berubah jadi makhluk indah.

“Ramadhan merupakan kawah candra dimuka, kaum muslim akan menjadi lebih baik, mereka terbiasa menahan hawa nafsu dan momentum Idul Fitri kali ini dapat menumbuhkan kesadaran beragama,” ujarnya.

Dia menjelaskan dalam bulan Ramadhan terjadi aktifitas keagamaan baik individu maupun kelompok.

“Kerukunan antar umat islam, bangsa terdiri banyak suku bangsa saling menghargai, keberagaman adalah realitas untuk menghargai satu sama lain,” tegasnya.

“Dikatakannya, pluralitas manusia adalah sunatuloh, berawal dari adam dan hawa menjadi berbangsa dan bersuku,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, perbedaan akan menjadi penguat bukan menjadi konflik. Akhir akhir ini adanya kekerasan akibat perbedaan , tidak sesuai ajaran islam. Keanekaragaman adalah skenario dari Allah SWT.

“Berbuat baik adalah ciri kesempurnaan seorang muslim, adanya keragaman bisa untuk berprestasi dalam berlomba lomba dalam kebaikan,” tutupnya. ( RedG )

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed