oleh

Buku Dua Sisi Suparno Parnaraya, Sebuah Karya Literasi Penuh Inspirasi

Jakarta – Sosok Suparno Parnaraya tentu tidak asing bagi masyarakat Kabupaten Wonogiri, sejumlah kiprah telah dilakukan putera daerah bertangan dingin asal Kecamatan Sidoharjo tersebut.

Pada Agustus 2017, Suparno Parnaraya meresmikan Istana Parnaraya bangunan mirip Istana Negara di Desa Kebonagung, Kecamatan Sidoharjo. Bukan untuk gagah gagahan, pria sederhana tersebut mendedikasikan karya fenomenal tersebut bagi kaum lanjut usia. Dia memang sangat concern dengan kaum lansia, tak kurang dari 650 lansia disantuninya setiap bulan.

Tak hanya itu, dua obyek wisata lain juga telah dia bangun demi memutar ekonomi di daerah asalnya. Kitagawa Pesona Bali dan Museum Sewurai.

Kisah hidupnya akhirnya diabadikan dalam sebuah karya buku berjudul Dua Sisi Suparno Parnaraya.

CV Giribelah Indah, menjadi penerbit buku tersebut milik Wakil Ketua Umum Paguyuban Keluarga Wonogiri (PAKARI) Lesna Purnawan

Lesna Purnawan, Sabtu (9/5) ketika dihubungi lewat jaringan telepon mengatakan awalnya Suparno Parnaraya tidak ingin kisah hidupnya tersebut ditulis,namun setelah melalui sebuah pemikiran panjang ayah dua putera tersebut akhirnya berkenan kisah dan kiprahnya dibukukan.

“Buku adalah sarana membangun peradaban, peradaban berpikir baru.Supaya orang memiliki motivasi dan inspirasi melakukan tindakan kebaikan yang sama,” ujarnya.

Lesna mengungkapkan anggota PAKARI bernama Sularto, SE adalah penulis buku setebal lebih dari 250 halaman tersebut.

“Pak Sularto adalah penulis sekaligus pegiat koperasi wirausaha, beliau adalah Ketua Umum Asosiasi Koperasi Seluruh Indonesia. Atas dorongan teman-teman di PAKARI akhirnya beliau menjadi penulis buku Dua Sisi Suparno Parnaraya,” katanya.

Kiprah Suparno Parnaraya menurut Lesna merupakan sebuah potensi yang layak diapresiasi melalui sebuah karya literasi yang tidak akan lekang zaman.

Sularto, dalam buku tersebut menggambarkan perjalanan hidup seorang Suparno Parnaraya dari awal sampai berada di titik sekarang.

Baca Juga  BRM Kusumo Putro : Gamelan Sebagai Identitas Kota Solo yang Harus Dilestarikan

“Dibutuhkan waktu sekitar satu tahun guna menulis buku inspiratif tersebut,” ulasnya.

Lesna menambahkan , pihaknya telah mencetak seribu buah buku dan telah dipasarkan secara online independen. Pada masa pre order telah terjual sekitar 40 persen.Dengan metode penjualan tersebut, pembeli akan mendapatkan harga yang lebih murah.

“Kini para pengunjung wisata Istana Parnaraya, Museum Kitagawa Pesona Bali dan Museum Sewurai dapat mengenali sosok Suparno Parnaraya lewat buku tersebut. Semua kiprah beliau baik di bidang bisnis maupun bidang sosial kemasyarakatan. Pengalaman melalui membaca tentu lebih mengena daripada melihat tayangan video,” bebernya.

Lesna menegaskan buku tersebut bisa digunakan sebagai penambah khasanah pemikiran para pembaca.

“Dari seorang perantau yang sukses namun tidak melupakan tanah kelahiran dengan membangun sektor ekonominya, merupakan wujud cinta nyata kepada kampung halaman melalui pembangunan sebuah peradaban positif,” tandasnya.

Bagi yang berminat, Lesna mengatakan bisa menghubungi di nomer 0812 2889 388 atau kunjungi Warung Buku Tokopedia dengan harga promo Rp 85 ribu. (ar15)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed