Budidaya Kelapa Sawit Ramah Lingkungan dengan Eco Enzim

Koba — Banyak cara diaplikasikan demi mewujudkan peningkatan pertanian. Salah satunya dengan mengaplikasikan eco enzim pada tanaman sebagai pestisida alami, pupuk organik, dan bio fertilizer. Pemanfaatan eco enzim dapat menurunkan penggunaan pupuk kimia secara berkelanjutan.

Eco enzim merupakan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air.

Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Komposisi sampah yaitu 54% berasal dari sampah organik.

“Saat ini sektor perkebunan merupakan salah satu sektor yang masih sangat bisa diandalkan oleh para pekebun,” kata Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, Rabu 10 Juli 2024.

Algafry menuturkan mari kita terapkan budidaya kelapa sawit yang ramah lingkungan agar ekosistem pertanian tetap terjaga dan berkelanjutan serta bisa meminimalisir biaya produksi dalam budidaya kelapa sawit.

“Perhiptani Kabupaten Bangka Tengah terus bekerja sama dengan dinas/lembaga terkait dalam memberikan informasi penyuluhan, inovasi dan teknologi pertanian yang ramah lingkungan sehingga pengetahuan, keterampilan dan sikap petani pekebun dapat meningkat,” jelasnya.

Disela-sela kegiatan, Algafry juga memberikan secara simbolis juga dibagikan bantuan kecambah kelapa sawit pada 8 kelompok tani dengan total jumlah kecambah yang diberikan sejumlah 10.000 butir.

“Bantuan kecambah kelapa sawit kepada kelompok-kelompok tani ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan serta bermanfaat bagi kita semua,” imbuhnya (RedG/Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *