oleh

BPOM Periksa Takjil di Bateng, Aman dan Tak Mengandung Bahan Berbahaya 

Bangka Tengah – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang melakukan pemeriksaan terhadap 74 sampel makanan menu berbuka puasa (takjil) yang dijajakan pedagang di seputaran wilayah Bangka Tengah.

Pelaksanaan pemeriksaan sampel yang di lakukan BPOM Pangkalpinang di Wilayah Bangka Tengah (Bateng) ini dilakukan pada tiga titik, yakni di Kecamatan Sungai Selan, Namang dan Kecamatan Koba yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu (28/4/2021).

Pengambilan sampel takjil yang dijajakan oleh pedagang ini dilakukan secara acak, Khusus wilayah Koba, ada empat titik lokasi penjualan jajanan takjil pinggir jalan yang diambil sampel, yakni di wilayah dekat pasar Koba, Padang Mulia, Simpang Perlang, dan di wilayah bundaran Koba.

Untuk proses pengujian, sampel takjil yang telah ditentukan ini, dilakukan pengujian langsung oleh petugas di mobil pemeriksaan sampel takjil oleh BPOM.

Pada proses pengujian dilakukan empat parameter yang diujikan, yakni formalin, boraks, rhodamin B, dan metalin yellow, pasalnya empat bahan berbahaya ini kerap disalah gunakan dalam proses pembuatan makanan.

Menurut Kepala BPOM Pangkalpinang Hermanto, pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangka Tengah sudah sejak kemarin melakukan pengawasan terhadap makanan takjil di tiga lokasi kecamaran Bangka Tengah dengan total sampel 74 yang. “Dari hasil pengujian seluruhnya negatif (tak ada bahan berbahaya-red), ini artinya pangan yang beredar di Bangka Tengah ini aman dari kandungan bahan yang membahayakan kesehatan,”ujar Hermanto kepada awak Media, Rabu (28/4/2021).

Dengan tidak adanya kandungan bahan berbahaya ini, Hermanto mengatakan, masyarakat bisa dengan aman mengkonsumsi bahan makanan yang diedarkan oleh pedagang.

“Artinya pelaku usaha dan masyarakat yang telah dilakukan penyuluhan dan pembinaan oleh Dinkes atau BPOM mereka sudah taat dengan ketentuan sehingga masyarakat lebig tenang mengkonsunsi makanan ini,” kata Hermanto.

Baca Juga  Cintaku Padamu Lillahitaala
Pemeriksaan sampel makanan takjil yang dijajakan pedagang di Bateng, aman tak mengandung bahan berbahaya (Foto: Humas BPOM Pangkalpinang)

Lebih lanjut, terkait pengawasan pangan takjil, ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan di semua wilayah Pulau Bangka dan tidak menemukan bahan-bahan yang berbahaya pada makan yang didagangkan.

“Kami sudah lakukan pengawasan ini di seluruh wilayah Bangka mulai dari Pangkalpinang, Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan dan Bangka Tengah semuanya memenuhi ketentuan dan bebas dari bahan berbahaya, termasuk juga di Belitung rekan kita juga sudah melakukan tidak ditemukan bahan berbahaya,” ungkap Hermanto.

Ia menambahkan, secara rutin pihaknya juga akan terus melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman menu berbuka puasa ini.

“Bila ada temuan tentunya petugas tahu siapa yang menjual saat sampling, namun sejauh ini di Bangka Belitung belum ditemukan bahan berbahaya,” tuturnya.

Selain itu, BPOM Pangkalpinang juga akan melakukan pengawasan makanan dan minuman kemasan di swalayan dan pasar.

“Untuk jelang lebaran nanti kita tetap melakukan pemeriksa makanan di swalayan dan pasar ini, seperti cek kemasan dalam kondisi baik atau tidak rusak, cek label, lihat cara penyimpanan, cek izin edar dan cek tanggal kadaluarsa,” kata Hermanto.

Pada kesempatan itu Kabid Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Bangka Tengah Desta Noviar menyampaikan, bahwa pihaknya juga akan tetap melakukan pengawasan terkait bahan makanan yang didagangkan.

“Pada prinsipnya kami memang ada tim yang akan melakukan pengecekan, untuk kue lebaran nanti kami akan ambil beberapa sampel yang memang layak dicek apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak,” paparnya. (RedG/Rizal)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed