oleh

BNPT Tetapkan FKPT Jateng Terbaik I

Bali – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merupakan lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) yang melaksanakan tugas pemerintah di bidang penanggulangan terorisme.

Salah satu tugas pokok dan fungsi BNPT yaitu merumuskan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan, strategi dan program nasional penanggulangan terorisme di bidang kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. Untuk menyusun strategi dan program penanggulangan terorisme khususnya kontra radikalisasi BNPT secara kesinambungan melakukan penelitian baik melalui pendekatan kuantitatif maupun kualitatif, sehingga strategi dan program yang disusun lebih terukur dan tepat sasaran. Selain penelitian, banyak kegiatan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) maupun Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

Dalam pertemuan di Hotel The Westin, Nusa Dua Bali pada Rabu (16/12/2020), BNPT menetapkan FKPT Jawa Tengah sebagai Terbaik 1. Hal itu terungkap dalam sesi Pengumuman FKPT Terbaik oleh Direktur Pencegahan BNPT.

Penetapan itu berdasarkan laporan monev, dan dari lapangan mengenai pelaksanaan kegiatan serta pertanggungjawaban keuangan, lalu sinergi dan soliditas FKPT secara menyeluruh di 1 provinsi, termasuk aktifitas online Website FKPT Center dan daya dorong pada partisipasi seluruh lomba yang diselenggarakan program kegiatan dan program penelitian.

Selain menetapkan FKPT Jateng sebagai Terbaik 1, BNPT juga menetapkan FKPT Jatim sebagai Terbaik 2, FKPT Sulawesi Selatan sebagai Terbaik 3, FKPT Gorontalo sebagai Terbaik 4, FKPT Nusa Tenggara Timur sebagai Terbaik 5, FKPT DKI Jakarta sebagai Favorit Pemirsa.

Keputusan ini diambil melalui berbagai pertimbangan dan tidak dapat diganggu gugat. Perwakilan FKPT Jateng Dr. Iman Fadhilah, Sukendar, Ph.D dan Faizin dalam kesempatan itu mewakili FKPT Jateng dalam menerima penghargaan tersebut.

Dalam kesempatan itu, juga digelar konferensi pers tentang hasil Survei Nasional BNPT 2020: “Penguatan Kebhinnekaan dan Literasi Digital Dalam Upaya Menangkal Radikalisme di 32 Provinsi” yang memublikasikan data hasil riset tersebut. (RedG/HI)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed