Solo – Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta gelar Peringatan Hari Radio Nasional yang ke 74, Rabu (11/09/2019).

Mengusung tema “untuk Indonesia lebih toleransi”. Perayaan terasa sakral saat penyulutan Obor Tri Prasetya oleh kepala LPP RRI Rahma Juwita.

Rahma dalam  sambutannya mengajak agar Hari Radio Nasional menjadi momentun para angkasawan dan angkasawati untuk meneguhkan diri jika Radio Republik Indonesia mencintai keteduhan tidak memancing kegaduhan. Kebhineka tunggal ikaan bangsa ini harus bisa memperkokah persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republuk Indonesia.

Program-program strategis RRI seperti siaran pemilu, mitigasi bencana dan lain sebagainya, berbasis mutli platform sehingga memudahkan msyarakat untuk mendengarkan dan menikmati siarannya.

Rahma Juwita berharap RRI bisa terus memberikan siaran dan layanan publik dengan inovasi siaran yang mengikuti jaman. kekinian.

Sementara Sambutan Walikota Surakarta Fx Hadi Rudyatmo yang dibacakan Ahmad Purnomo mengungkapkan jika Kebhinekaan merupakan realita kebangsaan yang tak bisa pungkiri. Namun kebhinekaan yang bertoleransi akan menjadi perekat persatuan bangsa.
Sebagaimana alat pemersatu bangsa yakni Pancasila bendera merah putih bahasa Indonesia, lagu perjuangan serta seni budaya bangsa.

Peran RRI sangat strategis dalam menjaga kebhinekaaan tersebut. Mampu dan siap memberi pelayanan masyarakat luas tanpa tekanan dari siapapun. Ikut Mempertahankan UUD dan Pancasila dalam dalam wadah Negaran Kesatuan Repuplik Indonesia. Sebagai Jurnalisme radio yang profesional, mampu memberikan informasi yang terpercaya kepada masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan prosesi tumpeng oleh Kepala LPP RRI Rahma Juwita yang diberikan langsung kepada Wakil Walikota Surakarta Ahmad Purnomo.

Peringatan Hari Radio Nasional juga diwarnai berupa pemberian Penghargaan kepada R. Maladi Tokoh dunia penyiaran. Atas sumbang sihnya dalam merintis dan memajukan dunia penyiaran radiao, utamannya terhadap dunia penyiaaran nasional. Penghargaan diserahkan kepada langsung RRI kepada keluarga R.Maladi.
Tampil juga hiburan teaterikal Tengoro. Yakni tentang bunyi dan makna bunyi kentongan di jaman dahulu yang merupakan media komunikasi orang jaman dahulu. Dikemas dalam pertunjukan santai dan penuh canda tawa. (RedG/Yusuf C)

Tinggalkan Komentar