Solo – Hijau rindang penuh dengan pepohonan yang menjalar. Teduh bak payung yang menaungi. Seperti inilah rumah asri milik Sri Harjanto Warga RT 03 W 03 Serengan Solo Jawa Tengah
Pensiunan guru yang memilih mencintai tanaman hijau khususnya tanaman obat keluarga (Toga)

Dijumpai Kamis (29/08)  Sri Harjanto tengah bercengkrama dengan tanamannya. Membetulkan arah cabang pohon yang menjalar tak sesuai alur atau sedikit memangkasnya agar terlihat rapi.

” Berawal dari tahu manfaat tanaman lalu saya tanam satu persatu hingga seperti ini banyaknya,” ungkapnya.

Proses dari kegemarannya mencari cari manfaat tanaman toga dari koran, majalah ataupun buku membuatnya fasih menghafal jenis tanaman beserta manfaatnya.

Kegemarannya menanam berbagai jenis tanaman makin kuat saat adanya program pemerintah berupa penghijauan. Namun kendala keterbatasan lahan maka dipilihlah lorong jalan sempit depan rumahnya jadi hutan kecil.

Berbagai tanaman baik berkayu maupun perdu mulai menghiasi jalan yang tak seberapa lebar itu.

”Kebetulan saat itu saya menjabat ketua RW saya ajak warga menghijaukan depan rumahnya masing masing,” ucap Sri Harjanto.

Meski diawal tak mudah mengajak warganya karena kurang tahu manfaatnya. Tak jarang ia sendiri yang menanm di pekarangan warga. Baru setelah tahu merasakan manfaatnya seperti udara yang segar dan sejuk warga baru satu persatu mau menanaminya sendiri.

Ratusan jenis tanaman toga seperti daun mangkokan, dewadaru, kitolot, binahong, kopi anjing, kumis kucing dan berbagai jenis tanaman toga yang jarang dijumpai.
Tak heran.jika sering rumahnya kedatangan tamu yang hendak mencari tanaman tertentu untuk dijadikan obat.
”Bahkan datang jauh dari luar kota hanya untuk mendapatkan tanaman yang dicarinya. Kebanyakan untuk mengobati sakit anggota keluarganya yang sakit,”  terang Sri Hardjanto.

Sri Harjanto merasa bahwa banyak manfaat dari merawat tanaman. Selain asupan oksigen yang berlimpah bagi kesehatan paru paru. Juga menjadi terapi mata.

”Melihat yang hijau lebih menentramkan daripada mata terlalu silau oleh cahaya” ungkapnya yang merasa dinding tembok pagar tetangga begitu menyilaukan ketika terpapar sinar matahari,” ungkapnya.

Atas kegemarannya mengoleksi tanaman toga yang jumlahnya lupa ia hitung, Serengan pernah menyabet juara pertama lomba tanaman toga tingkat Propinsi Jawa Tengah beberapa tahu lalu.

”Jadikan tanaman toga sebagai obat pertama bagi keluarga saat sakit,” pungkasnya. (RedG/Yusuf C)

Tinggalkan Komentar