Pendampingan, Produksi, dan Pemasaran (P3) yang diterapkan di kelompok PKK Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Malang – Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UNM) melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) yang bergabung dalam tim Krupuk Dodol Permen (Krudoper Tim) berhasil menggagas program Pendampingan, Produksi, dan Pemasaran (P3) yang diterapkan di kelompok PKK Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Program P3 olahan susu menuju kemandirian produsen susu Desa Kemiri merupakan ide yang diusung oleh lima mahasiswa yang tergabung dalam Krudoper Tim dari tiga fakultas yang berbeda. Nur Indah Agustina selaku ketua tim dari Fakultas MIPA berkolaborasi dengan tim yang solid bersama Wayan Aunur Rofiq dari Pendidikan Teknik Mesin, Arfia Regita Dyan Pradana dari Fakultas Ekonomi, Siti Khoirunnisa dari Kimia, dan RifqonHakiki dari Pendidikan Kimia.

Target sasaran dari prorgram P3 yakni Kelompok PKK Desa Kemiri, dilatarbelakangi dari keluhan ketua PKK Desa Kemiri terkait keaktifan anggota. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan kurang lebih empat bulanan dimulai 20 Maret 2019, berakhir terakhir 10 Agustus 2019 untuk koordinasi pengurusan PIRT.

Tim Krupuk Dodol Permen (Krudoper Tim) berhasil menggagas program Pendampingan, Produksi, dan Pemasaran (P3) yang diterapkan di kelompok PKK Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Sebagai tuan rumah dan tim penggerak PKK Desa Kemiri, Tumiasih sangat berterima kasih kepada kelima mahasiswa ini.

“Saya sangat menyambut baik kelima Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menerapkan program P3 di Desa Kemiri untuk PKK, selama kegiatan P3 dilakukan di rumah saya.” Ungkap Tumiasih di akhir pelatihan.

Sedangkan kepala desa Kemiri mengapresiasi terobosan yang dilakukan oleh lima mahasiswa UNM ini.

“Program P3 yang diusung Mahasiswa UM sangat bagus, bisa membuat PKK yang sebelumnya kurang produktif menjadi produktif dengan mengolah susu kualitas rendah. Alat yang menjadi kendala dikarenakan harga akan saya bantu dengan membelikaannya melalui anggran dana desa untuk PKK.” Ungkap Kepala Desa Pak Wiyono disambutannya.

Program P3 yang diusung oleh Krudoper Tim meliputi pelatihan pembuatan produk krupuk susu, dodol susu, dan permen susu berbahan dasar susu kualitas rendah dengan rasa khas Desa Kemiri berupa rasa kolak pisang dan wedang bajigur untuk permen dan dodol susu, serta rasa geprek dan pecel untuk krupuk susu. Pelatihan pembukuan keuangan secara manual dan bantuan dengan microsoft excel juga dilakukan, pelatihan pengemasan produk yang menarik, serta pemasaran produk baik secara online maupun offline. Selain itu juga ada pendampingan perijinan PIRT dan uji expired agar produk SUKMIR sebagai brand produk dapat dipasarkan secara luas dan legal.

Rangkaian pendampingan, produksi, dan pemasaran dilakukan di rumah ketua PKK Desa Kemiri. Krudoper Tim kembali berkoordinasi dengan Ibu Tumiasih selaku ketua PKK terkait pengurusan PIRT sebagai keberlanjutan program dengan pelegalan produk karena sejak Senin 15 Juli 2019, PKK Desa Kemiri telah membuat produk secara mandiri pasca dilakukan program P3.

Selain itu, PKK Desa Kemiri telah mampu memasarkan produk dengan dititipkan ke sekolah-sekolah dan toko di wilayah Desa Kemiri. Kader P3 juga mampu melatih PKK di Desa Bendrong dalam acara KKN yang diselenggarakan UIN Malang.

Harapannya program P3 terus berlanjut hingga produk SUKMIR (Brand produk PKK Desa Kemiri yang dibuat oleh Krudoper Tim). Selain itu diharapkan PKK Desa Kemiri memiliki izin usaha secara mandiri dan mampu menciptakan destinasi wisata oleh-oleh khas Desa Kemiri karena Desa Kemiri menjadi salah satu alternatif jalan menuju wisata Gunung Bromo. (RedG)

Tinggalkan Komentar