Pohuwato-Gorontalo – Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) XXXVI di Provinsi Gorontalo dipusatkan di Kota Marisa Kabupaten Pohuwato, di Pantai Pohon Cinta Marisa selama 3 hari, selasa – kamis (6-8/8).

Burung Indonesia bersama Asosiasi Industri Kecil Menengah Pohuwato (ASRI) dan Disperindag Kabupaten Pohuwato turut dalam rangkaian kegiatan tersebut. Beberapa produk olahan kelompok masyarakat desa pinggir kawasan hutan dampingan Burung Indonesia antara lain Minyak Kelapa kampung, Gula Semut, Serbuk Jahe, VCO, Madu Hutan Alam, dan berbagai jenis kripik beraneka rasa serta telur gabus, dipamerkan dalam kegiatan.

Maneger Program Gorontalo – Burung Indonesia Amsurya Warman Amsa berharap kepada masyarakat Gorontalo umumnya dan Pohuwato khususnya bisa mengenal lebih dekat produk olahan lokal yang saat ini tengah didorong menjadi produk unggulan daerah. Setidaknya masyarakat luas mengetahui dan mengenal keunggulan olahan mayarakat lokal dan bersedia membeli. Secara tidak langsung masyarakat lokal telah berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pinggir hutan. pada akhirnya, ketika kesejahteraan mereka meningkat dengan sendirinya kawasan hutan di Kabupaten Pohuwato akan berkurang tekanannya Jika hutan terjaga lestari masyarakat hidup nyaman dan sejahtera.

“Usaha pengembangan komoditas ini, sudah mulai dilakukan sejak tahun 2017 oleh Burung Indonesia di beberapa desa dampingan yang semuanya berada di sekitar kawasan hutan di Pohuwato. Sebelumnya berangkat dari kondisi masyarakat yang berpenghasilan kurang ditengah melimpahnya potensi bahan baku, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mengolahan bahan baku, maka pengusaha luar yang akan mengambil keuntungan dengan membeli bahan baku tanpa nilai tambah bagi masyarakat.” Ungkap Amsurya.

Melalui serangkaian kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building); budidaya, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran. Burung Indonesia berkeyakinan kesejahteraan akan semakin dekat dengan masyarakat berpenghasilan rendah sekitar kawasan hutan. Tentunya cita – cita ini tidak dapat berjalan optimal, manakala tidak dibarengi dengan komitmen para pihak termasuk masyarakat untuk membeli produk unggulan lokalnya sendiri.

Irfan Saleh, Kepala Baperlitbang Kabupaten Pohuwato menjelaskan bahwa pameran produk unggulan daerah oleh Industry Kecil Menengah (IKM) yang tersebar di desa dalam wilayah Kabupaten Pohuwato akan mampu menciptakan nilai tawar yang lebih baik dengan produk industry swasta besar, selain itu melalui pameran produk ini akan menumbuhkan minat masyarakat Pohuwato untuk mengkonsumsi produk dari potensi daerah sendiri. Pemerintah Kabupaten akan memberi subsidi harga produk IKM melalui skema program pemerintah kabupaten untuk menjamin keberlanjutan produksi oleh IKM. Selain itu pemerintah dan para pihak lainnya seperti Burung Indonesia, Program NSLIC, BNI akan mencari peluang pasar yang lebih luas lagi, tegas Irfan.

Sebagai komitmen jangka panjang Burung Indonesia, akan terlibat penuh dalam pengelolaan berkelanjutan produk olahan masyarakat. Salah satunya dengan mengintegrasikan produk olahan lokal dengan program pengurangan sampah sekali pakai di Kab. Pohuwato. Karena itu, kemasan produk olahan yang dihasilkan oleh masyarakat ini merupakan kemasan – kemasan ramah lingkungan. (RedG)

Tinggalkan Komentar