Pemalang – Pipa utama PDAM Tirta Mulia Pemalang, awal pembuatan jaringan dari mata air sumber ke resevoir atau ke pelanggan jauh dari badan jalan, dalam perkembangan jaringan pipa utama berada di bahu jalan bahkan sebagian berada dibawah badan jalan. Saat ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kebocoran pipa PDAM.

Seperti yang terjadi semalam (Minggu, 14/7) pipa utama PVC 16 inch yang berada di bawah badan jalan di dusun Silarang, desa Surajaya, kecamatan Pemalang mendadak pecah. Beberapa penyebab pecahnya pipa utama ini antara lain disebabkan oleh ketidakmampuan pipa menahan berat tekan dari kendaraan yang melintas diatasnya. Selain umur pipa juga dipengaruhi oleh kondisi tanah yang labil ketika musim kemarau mampu menarik sambungan pipa.

”Selain disebabkan oleh tekanan tonase dari kendaraan yang lewat dimana pipa utama berada dibawah badan jalan ataupun bahu jalan. Kelabilan tanah di musim kemarau juga menyebabkan kebocoran pada pipa.” jelas direktur Utama PDAM Tirta Mulia Pemalang melalui direktur teknik, Julianto.

Bocornya pipa di dusun Silarang ini langsung ditangani oleh bagian teknik PDAM. Dampak kebocoran ini berakibat tidak lancarnya aliran air di wilayah kota Pemalang dari Sirandu ke Sugihwaras dan sekitarnya.

Menurut direktur teknik, pengerjaan penggantian pipa yang bocor hari ini, Senin (15/7) selesai sedangkan untuk menormalkan aliran air sampai ke seluruh konsumen memakan waktu sampai 3 hari. Untuk itu jajaran direksi mohon maaf kepada para pelanggan atas ketidak lancaran aliran air (RedG)

Tinggalkan Komentar