Bandung – Plt. Kepala Dinas Koperasi kota Bandung,  Priana Wirasaputra membuka kegiatan diskusi dalam nuansa ngabuburit (11/5) ia menyerukan bahwa koperasi di Indonesia, khususnya di kota Bandung agar dapat menjadi salah satu institusi ekonomi yang penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Karenanya, harus diperkuat dan diberdayakan oleh pegiat koperasi rakyat khususnya dengan mengikuti perkembangan teknologi yang ada dan sejalan dengan revolusi industry 4.0.

Lebih lanjut, Kabid dinas provinsi, Saiful Gufron menyampaikan bahwa dengan Reformasi Koperasi, salah satu program kerjanya adalah melakukan transformasi digital pada Koperasi khususnya di kota Bandung yang saat ini telah bergulir dengan target 200 koperasi yang akan turut berpartisipasi dalam program terkait dan sejauh ini telah terdapat 50 koperasi yang sudah sedang mengikuti program transformasi digital yang diprakarsai oleh dinas koperasi provinsi Jawa Barat.

Dalam pembahasan perihal tantangan utama yang dihadapi oleh Koperasi saat ini berkaitan dengan upaya transformasi digital Koperasi Indonesia, disimpulkan bahwa terdapat 3 hal yang menjadi tantangan utama:
1. Budaya / Mental – Dibutuhkan pelatihan atau bimbingan kepada seluruh pengurus dan anggota agar mereka sadar bahwa ini transformasi digital merupakan proses yang membutuhkan waktu, kesabaran, keterbukaan, disiplin, kerja keras dan komitmen
2. Sumber Daya – baik sumber daya manusia maupun dana / modal.
3. Teknologi – belum memiliki / menggunakan teknologi dalam operasional harian
Direktur Business Development South East Asia Kuelap, Inc, Hanna Al Zahra menyampaikan bahwa sebagai perusahaan penyedia teknologi bagi institusi jasa layanan keuangan, Kuelap memahami kendala yang dihadapi oleh pelaku Koperasi di kota Bandung. Karenanya, Kuelap, Inc bekerjasama dengan dinas koperasi provinsi Bandung telah memulai program piloting transformasi digital bersama dengan KSP Keluarga Besar Al-Muttaqien (KSP KEBAL) sejak bulan Januari 2019 dan masih tengah berjalan saat ini.
Dalam menjalani proses transformasi digital bersama dengan Kuelap, Inc, H.Irwansyah, ketua KSP KEBAL berbagi pengalaman bahwa proses ini tidaklah instan. Dibutuhkan komitmen, kerja keras dan keterbukaan.

“Pada awalnya, saya sempat merasa ragu akan proses transformasi digital ini, namun berkat dukungan tim Kuelap dan menimbang manfaat yang akan diperoleh dan terutama untuk kemajuan koperasi, melalui Rapat Anggota Tahunan KEBAL 2019, kamipun sepakat untuk berpartisipasi dalam piloting ini” ungkapnya.

Sebagai penutup, Luisa Martinez , Vice President of Business Development Kuelap, Inc berterima kasih kepada jajaran dinas koperasi provinsi maupun kota Bandung atas sambutan, kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada Kuelap dan khususnya kepada KSP KEBAL, yang telah menjadi pioneer dalam proses transformasi digital di kota Bandung bersama dengan Kuelap. (RedG  Eka)

Tinggalkan Komentar