Brebes – Salah satu Demonstration Plot (Demplot) pertanian padi yang diprakarsai Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes dengan menggunakan pupuk cair ramah lingkungan “Pupuk Wijayakusuma Nutrition”, adalah di areal persawahan Poktan Sumber Hasil, Desa Karangreja Kecamatan Tanjung.

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Muhtadi, pengukuran pH tanah dengan pH Meter dari 6 titik yang berbeda dilakukan oleh dua orang Babinsa bersama PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan, Eko Prasetyo, di lahan milik Casjito seluas 1 hektar. Jumat pagi (10/5/2019).

“Demplot ini merupakan salah satu upaya pendampingan petani dari Koramil melalui lahan percontohan. Tentu harapannya agar para petani nanti dapat membandingkan langsung hasilnya saat panen,” ucapnya Danramil.

Lebih lanjut, demplot juga dimaksudkan agar kedepan para petani memperhatikan kesuburan tanah pertanian atau pH tanah atau kadar keasaman tanah. Pasalnya, tanah berfungsi sebagai media tanam dan sebagai sumber unsur hara bagi akar tanaman untuk memperoleh nutrisi/makanan secara maksimal. Sedangkan kegagalan petani seringkali disebabkan karena minimnya pengetahuan serta kesadaran mereka akan pentingnya mengetahui kadar keasaman lahan.

Sementara diungkapkan Eko Prasetiyo bahwa, data awal hasil pengukuran lahan tersebut di 6 titik adalah dengan pH tanah rata-rata 6,1 dan hasil panen sebelumnya mencapai 4 ton/hektar.

Diterangkan ringkas Eko, bahwa kadar pH tanah diukur dalam skala antara 0-14. Tanah dengan kadar pH 0 hingga 7 bersifat asam, sedangkan pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang dibudidayakan pada tanah ber-pH rendah/asam maupun tinggi/basa tidak akan tumbuh dengan baik, sebab pada kedua keadaan tersebut akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. “Sebagian besar tanaman budidaya hanya mampu tumbuh secara maksimal pada kondisi tanah yang memiliki kadar pH netral, yaitu 7. Sementara pH minimal toleransi oleh tanaman adalah 5,5,” jelasnya. (RedG penulis Aan Pendim Brebes).

Tinggalkan Komentar