Wonogiri – Tugas mencegah, mengawasi dan menindak pelanggaran Pemilu dianggap belum maksimal, Bawaslu Kabupaten Wonogiri sepenuhnya belum profesional. Hal itu dikemukakan Agus Sutomo, Rabu (17/4/19) di hadapan Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri Ali Mahbub, para komisioner dan stafnya.

Agus Sutomo merupakan orang tua Acep Jainudin Sutomo (Caleg Dapil 5 Kabupaten Wonogiri) hadir bersama Ketua DPD Wonogiri Partai Berkarya Suwoso, Sekretaris Agus Wibowo, Sariman dan Suharmi (Caleg Dapil 5) dan para kader Partai Berkarya. Untuk Melaporkan kasus yang diduga dilakukan oknum KPU Wonogiri dan jajarannya berupa kesalahan memasang tiga foto Caleg di Dapil 5 di seluruh TPS di 5 Kecamatan (726 TPS) pada papan informasi Daftar Calon Tetap (DCT).

Kesalahan itu dianggap merugikan dan menyesatkan masyarakat pemilih. Hal ini disampaikan pihak Partai Berkarya baik ke Bawaslu maupun ke KPU Kabupaten Wonogiri, pada 14 April 2019 yang lalu. Pada hari pemungutan suara sudah diperbaiki, namun kondisinya tidak lebih baik.

“Tiga foto Caleg dan nama calegnya tidak sesuai. Lalu diperbaiki diisolatif dan ditulis tangan,” kata Sariman.

Nama Sariman dipasang foto Suharmi. Nama Suharmi dipasang foto Sutiyono (bukan Caleg), sedangan nama Asep Jainudin Sutomo dipasangi foto Sariman. Foto Asep nihil. Yang dianggap parah, Sutiyono adalah pegawai Kecamatan Kecamatan Giriwoyo. Dulu Bacaleg namun dianulir.

Agus Sutomo sangat berharap Bawaslu bergerak cepat, jauh sebelum pemungutan suara. Sehingga dampak kerugian bagi Partai Berkarya tidak terjadi. Dalam kesempatan ini ia melaporkan. Namun Bawaslu dianggap berkelok kelok dalam menyikapinya dalam prosedur pelaporan.

“Kami sudah infokan sejak dulu. Ini masalah kekecewaan masyarakat Wonogiri. Saya ini korban. Anak saya adalah salah satu Caleg yang fotonya tidak dipasang dalam DCT. Kami jangan disuruh cari barang bukti. Itu tugas anda. Bawaslu punya staf banyak. Cari itu siap yang mengganti foto dan yang merubah-rubahnya. Jangan cari cari alibi, ” kata Sutomo.

Menurut Ali Mahbub pihaknya tidak berkelit, melainkan ia ingin mendapatkan informasi yang valid dan menjelaskan prosedur pelaporan. Pihaknya juga telah menginformasikan ke KPU.

KPU telah dikonfirmasi Bawaslu. Hadir Toto Sihsetyo Adi dan para komisioner, Kamis (18/4/19) di Kantor Bawaslu. Seusai diklarifikasi, Toto mengakui ada kesalahan. Pihaknya mencoba telah memperbaikinya. Namun praktek di lapangan tidak sesuai yang dikehendaki.

“Penting jaga suasana kondusif, dan kita ikuti mekanisme sengketa,” kata Toto .(RedG/sumber Sariman)

Tinggalkan Komentar