oleh

Bibit Puisi, Mencintai Puisi dan Tanaman Secara Unik

Solo – Cukup bersedia membaca puisi di depan banyak pengunjung. Setiap orang berhak membawa pulang satu bibit tanaman.  Sebuah komunitas bernama Bibit Puisi berkolaborasi dengan Charlotte Masen Indonesia (CMiD) mengelar lapak baca puisi di area Car Free Day (CFD) Selamet Riyadi Solo, Minggu (22/09).

Menurut Koordinator Bibit puisi, Reni Apriana kegiatan tersebut dalam memperingati jeda untuk iklim bumi.

” Bumi telah lelah dan butuh nafas” ujarnya.

Lapak ini. Lanjut Reni. Sudah agenda rutin dua pekan sekali di ajang CFD bersama sekitar sepuluh anggota komunitas.

” Tak ada ketua. Semua berangkat bareng dari kegemaran membaca puisi. Sekalian ikut mencintai lingkungan dengan berbagi tanaman. ” kata dia.

Salah satu puisi yang dibuat oleh Bibit Puisi dan dibacakan di acara CFD

Bibit tanaman yang menjadi media berbagi tersebut hasil dari menyemai para anggota komunitas. Hanya jika kurang mereka baru mencari bibit dengan cara membeli. Tiap bibit akan ditempeli kertas yang berisi naskah puisi. Jenis tanamannya dari jenis tanaman buah hingga tanaman hias.

” Sekitar duapuluhan bibit kami sediakan tiap acaranya. Sedang puisi yang dibaca merupakan hasil buatan teman-teman. Ada juga beberapa yang merupakan karya sastrawan,” tutur reni.

Dia mengungkapkan karya puisi tak melulu dibaca di ruang yang eksklusif (ruang sastra) namun di ajang seperti car free day akan menemukan banyak penikmatnya dari berbagai latar belakang dan usia.

” Saya berharap jadi banyak orang suka puisi. Banyak orang menanam pohon bagi kemandirian pangan serta lestarinya lingkungan. ” imbuhnya

Salah seorang anak Roetji Noor Soepono memilih berpuisi langsung tanpa membaca naskah cukup menyita perhatian publik Car fre day.

Ia menyorot perilaku manusia yang banyak ulah hingga merusak bumi. Beda dengan binatang yang justru lebih bermartabat karena tak ikut menyumbang kerusakan alam. (RedG/Yusuf C)

Baca Juga  Sugeng Rawuh Kereta Rel Listrik Solo - Jogja

 

Komentar

Tinggalkan Komentar