oleh

“Bhakti Untuk Negeri, Merawat Bumi” Harlah Fatayat Ke 70

-Pati-13 views

Pati – ‘Bhakti untuk Negeri Merawat Bumi” merupakan tema yang diangkat dalam perayaan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke 70. Berbagai kegiatan perayaan digelar, masing-masing daerah memeiliki legiatan sendiri-sendiri untuk menyambutnya. Salah satunya adalah Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Pati.

PC Fatayat NU Pati menggelar beberapa kegiatan. Agenda 70 Khataman, 70 selawat thibbul qulub, 70 syiir li khomsatun #dirumahaja menjadi agenda utamanya. Semua kegiatan ini dilaksanakan serentak pada Jumat (24/4) kematin pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di 21 PAC Fatayat NU se-Kabulaten Pati. Selain itu, santunan 70 orang dhuafa di masing-masing PAC juga dilaksanakan.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar sesuai yang diharapkan.” Ungkap Asmonah, S.Ag., M.Pd. ketua PC Fatayat NU Pati.

Menurut Asmonah, segala macam agenda yang diintruksikan oleh Pengurus Cabang, dilakukan dirumah. Semua ini demi menjaga suasana tetap kondusif di tengah pandemi covid 19. Selain itu, selawat thibbil qulub dan syi’ir li khomsatun yang dibaca juga memiliki tujuan khusus untuk mengangkat wabah virus corona dari Indonesia.

“Baik sholawat dan syi’ir itu kan ijazah dari para ulama unuk mengatasi wabah. Khataman al qur’an juga demikian.” Lanjutnya.

Selain itu, agenda yang digelar dengan dominasi angka 70 tersebut merupakan perlambang usia Fatayat NU. Hal ini disampaikan oleh Murwati Sodiq, S.Pd.I., ketua panitia penyelenggara.

Murwati menambahkan jika peringatan HUT Fatayat NU tidak cukup itu saja. Minggu lalu, pihaknya juga menyelenggaraka  lomba hadroh dan lomba da’iyah.

“Pemenang lomba hadroh PAC Dukuhseti dan pemenah da’iyah PAC Tayu.” Lanjutnya.

Agenda Batal 

Jauh sebelum covid 19 mewabah, PC Fatayat NU telah merancang berbagai kegiatan untuk merayakan kelahirannya. Namun ditengarai merebaknya virus ini, agenda-agenda yang telah dipersiapkan tersebut ditunda dan bahkan sebagian dibatalkan.

Baca Juga  Antisipasi Erosi Pantai, Kasdim Pati Bersama Relawan Tanam Pohon Mangrove

Menurut Murwati, ada dua acara inti. Diantaranya bersih-bersih lingkungan serta seminar.

Kegiatan bersih lingkungan merupakan follow up dari tema yang diusung. Menurut Murwati, acara ini seharusnya dilaksanakan serentak pada tanggal 12 April lalu.

“Lagi-lagi karena situasi yang tidak memungkinkan, terpaksa kami undur.” Ungkapnya.

Sementara kegiatan seminar dengan topik emansipasi wanita juga terpaksa dibatalkan. Hal ini juga dilakukan guna mengantisipasi kerumunan yang dapat memicu penyebaran covid 19.

“Seharusnya banyak sekali agenda kita, ya.” Tutup Murwati.(RedG/karim/ltn)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed