oleh

Besok Enam WNI ABK Kapal Tiongkok Tiba di Batam, Satu Orang Dalam Keadaan Meninggal

-Kepri-17 views

Batam – Besok akan tiba Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal ikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Ada enam orang ABK yang dipulangkan satu diantaranya meninggal dunia.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, untuk memulangkan enam orang WNI yang bekerja sebagai ABK kapal ikan di RRT ini sudah berkordinasi dengan instansi terkait. Hal ini dilakukan agar segala sesuatu tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.

“Kami sudah koordinasi dengan Bakamla, Imigrasi, Kepolisian dan instansi terkait lainnya. Kalau tidak ada halangan, besok akan tiba sekitar pukul 8 pagi,” kata Amsakar, Selasa (29/12/2020) usai rakor teknis lanjutan persiapan repraterasi atau pemulangan ABK WNI Kapal Ikan RRT.

Kata Amsakar, perkiraan sampai Batam sekitar pukul 08.00 WIB kalau tidak ada halangan. Kata dia, enam orang ABK WNI satu diantaranya meninggal dunia dan tentunya ini akan menjadi pelajar bagi semuanya.

“Saya juga ingatkan ke agen agar melaporkan ke saya perkembangannya dari proses pemulangan,” ujarnya.

Setelah tiba di Batam sambungnya, ABK WNI tersebut akan langsung ditempatkan sesuai dengan protapnya. Dan satu orang yang meninggal dunia akan dilakukan otopsi oleh Polda Kepri.

“Kita mau menangani ABK WNI ini yang terbaik. Ini kami lakukan bukan berlebihan, tapi bagaimana memberikan perlindungan pada saudara kita sendiri. Yang meninggal akan kami kirimkan ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan otopsi,” ujarnya.

Kepala Subdit Kawasan IV Direktorat Perlindungan WNI Kemlu, Tony Wibawa mengatakan, keenam ABK WNI ini merupakan pekerja di kapal yang berbendera Tiongkok tersebut. Kata dia, kepulangan enam orang ini karena masa pandemi Covid-19.

“Mereka sebenarnya sudah lama terapung apung di laut. Tidak ada kesempatan pulang ke Indonesia,” kata Tony.

Baca Juga  Empat Buah Jam Legendaris di Batam Sekarang Ada di Museum Raja Ali Haji

Kata dia, pemerintah Indonesia wajib melindungi WNI yang bekerja diluar negeri. Untuk itu, keenam ABK ini harus mendapatkan fasilitas kepulangan dari negaranya.

“Karena mereka WNI wajib kita lindungi. Kami (pusat) meminta pemerintah daerah bisa memberikan kemudahan bagi rekan-rekan kita pulang,” ucapnya.

Kata Tony, dari data yang diperolehnya, para WNI yang bekerja menjadi ABK dibeberapa negara banyak yang terkantung-kantung. Mereka berlabuh diberbagai negara dan pindah-pindah tidak boleh ke daratan karena masih masa pandemi Covid-19.

“Tidak semua WNI yang dipulangkan lewat Batam. Ada juga yang melalui bandara Soekarno Hatta, melalui Medan, Tanjung Priok dan daerah lainnya,” ungkapnya.

Nantinya sambungnya, para WNI ini nantinya akan ditempatkan sesuai dengan petunjuk dari pemerintah daerah. Mereka, akan ditanggung oleh negara dan ini sesuai dengan undang-undang perlindungan pekerja.

“Dimana nanti mereka ditempatkan, itu tergantung dari Pemdanya. Mereka sesuai dengan undang-undang instansi berwenang yang akan menangani mereka,” ungkapnya.(RedG/Bayu).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed