oleh

Bersama Rakyat Menghadapi Pandemi, Kerja Nyata Pemimpin Muda Sejati

Pemalang – Banyak sejarah yang membuktikan tokoh dari kalangan generasi muda terbukti mampu menorehkan prestasi besar bangsa Indonesia.

Pada masa sebelum kemerdekaan, Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai pahlawan wanita muda yang sangat berperan dalam memperjuangankan kesetaraan pendidikan bagi kaum wanita Indonesia.

Saat dipilih rakyat menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama, usia Soekarno kala itu adalah 43 tahun. Soekarno membuktikan bahwa di usianya yang tergolong muda ia mampu menyatukan bangsa Indonesia dan membawa bangsa Indonesia untuk lepas dari jeratan para penjajah.

Dan yang kini baru saja dirayakan oleh seluruh rakyat Indonesia, dua pahlawan muda di bidang olahraga, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu kembali mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menorehkan prestasi di tingkat dunia.

Tentunya masih banyak lagi prestasi yang telah ditorehkan oleh generasi muda bangsa ini. Hal ini menjadi bukti bahwa di tangan generasi muda banyak harapan dan impian bangsa bisa diwujudkan. Oleh sebab itu, pemerintah seharusnya bisa memberikan ruang lebih kepada anak bangsa untuk bisa berkarya mengembangkan potensi dan memberikan peran strategis bagi para generasi muda dalam kepemimpinan agar mereka bisa mengabdi dan mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Namun sungguh disayangkan, ketika melihat berita di televisi lebih banyak dipertontonkan tokoh-tokoh penguasa dengan topik yang menjenuhkan, lagi dan lagi kasus korupsi. Apalagi jika tokoh cerita masuk dalam lingkaran kekuasaan, sering kali hanya diberitakan saat kasus bermula, namun tidak pernah diberitakan bagaimana akhir ceritanya. Alur cerita yang sungguh monoton.

Alasan inilah yang membuat rakyat Indonesia seakan jenuh melihat polah dan tingkah para senior bangsa yang terus menerus ingin berkuasa, meraup segala harta bangsa, dan seolah-olah tidak rela memberikan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi muda.

Baca Juga  Akhirnya Bupati Pemalang Kena OTT KPK

Bangsa Indonesia membutuhkan calon pemimpin masa depan yang mampu menjawab segala tantangan bangsa dengan cepat, tanggap, dan profesional, serta mampu membawa bangsa Indonesia semakin berkembang maju.

Tentunya dibutuhkan sosok pemimpin dari generasi muda yang memiliki kompetensi, mumpuni, cerdas, amanah, semangat cinta tanah air, dan yang utama adalah mencintai rakyat Indonesia. Pemimpin yang dibutuhkan rakyat Indonesia adalah pemimpin yang mengutamakan kepentingan besar rakyat Indonesia di atas kepentingan golongannya. Terlebih di masa pandemi seperti ini, rakyat menangis meronta-ronta karena hak mereka untuk mendapatkan kesejahteraan hidup seolah direnggut oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat tidak pro rakyat. Entah sampai kapan rakyat yang harus menjadi korban para penguasa yang pintar namun gelap hatinya.

Sungguh ironis, dalam sebuah bangsa yang menjunjung tinggi demokrasi dimana rakyat adalah yang memberikan amanah kepada pemimpin, seharusnya pantas jika rakyat menjadi prioritas utama pemimpin dalam menentukan kebijakan.

Partai Demokrat sebagai salah satu partai yang besar di negeri ini tidak bisa hanya diam melihat permasalahan yang masih terus membelenggu bangsa dimana rakyat harus menjadi korban atas keserakahan kaum penguasa. Di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono, Partai Demokrat melalui fraksi DPR RI sebagai kepanjangan tangan partai, dengan tegas selalu berani menolak kebijakan-kebijakan penguasa yang tidak pro rakyat. Tentunya masih segar dalam ingatan saat fraksi Partai Demokrat di DPR RI memilih “walk out” saat Rapat Paripurna, menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Salah satu kebijakan pemerintah yang sungguh tidak berpihak kepada rakyat. Tak hanya itu, Partai Demokrat tak segan melontarkan kritik pedas atas  kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 yang dianggap lamban dan kurang efektif.

Baca Juga  Partai Demokrat, Pemilu di Babel Agar Lebih Profesional, Objektif, Aman dan Kondusif

Partai Demokrat sebagai partai yang memegang teguh komitmen pro rakyat terus menunjukkan konsistensinya. Di bawah komando AHY, Partai Demokrat terus bergerak berkoalisi dengan rakyat melakukan berbagai langkah solutif untuk bersama rakyat Indonesia melewati masa sulit ini.

Dengan soliditas yang kuat dari jajaran pengurus Partai Demokrat dimana mayoritas pengurusnya adalah generasi muda dari seluruh penjuru tanah air, AHY mampu menggerakan Partai Demokrat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, berjuang bersama dan menjadi bagian dari solusi atas pemasalahan yang dihadapi.

Agus Harimurti Yudhoyono, sosok pemimpin muda yang tangguh, calon pemimpin bangsa dengan semangat kuat dan dengan kapasitas yang dimiliki ia terus berkontribusi nyata untuk bangsa Indonesia.

Pada awal tahun 2020, AHY meluncurkan program Gerakan Nasional Partai Demokrat (GNPD) Peduli & Berbagi, diantaranya saat pemberlakuan pembelajaran secara daring akibat pandemi covid-19 Partai Demokrat memberikan bantuan wifi gratis bagi para pelajar agar mereka tetap bisa belajar meskipun dengan keterbatasan. Kegiatan lainnya seperti pemberian bantuan sembako dan uang tunai terus dilakukan dan berlanjut hingga kini.

Dan dalam rangka memperingati Dua Dekade Partai Demokrat pada 9 September mendatang, Partai Demokrat melaksanakan Bulan Bakti Partai Demokrat yang diisi dengan berbagai kegiatan sosial seperti pengisian tabung oksigen gratis, menyalurkan bantuan paket sembako dan obat-obatan bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi dan bagi para pelaku UMKM yang terdampak kebijakan PPKM. Tak hanya itu, Partai Demokrat juga mengadakan berbagai lomba sebagai bentuk kepedulian kepada para generasi muda agar tetap dapat kreatif dan produktif di masa pandemi.

Inilah wujud kerja nyata seorang Agus Harimurti Yudhoyono berbakti segenap jiwa dan sekuat raga untuk Indonesia.

Penulis : I’in Agustin, S.I.KOM.

Komentar

Tinggalkan Komentar