oleh

Beras Mapan yang Tidak Mapan, Perlu Dievaluasi Menyeluruh

Pemalang – Beras Mapan, keberadaan tidak seperti namanya. Dari munculnya monopoli penjualan beras ke PNS dan pegawai BUMD di Kabupaten Pemalang membuat permasalahan tersendiri dari beras yang katanya Mapan.

Penjualan, distribusi dan tata kelola beras yang dibandrol 12.500 per kg yang dikelola oleh PT. Aneka Usaha Kabupaten Pemalang Perseroda ini banyak menuai kritik.

Baca juga :

Setelah kejadian Operasi Tangkap Tangan terhadap Bupati Pemalang non aktif Mukti Agung Wibowo, Direktur Utama PT. Aneka Usaha Kabupaten Pemalang (Perseroda) mengeluarkan surat pemberitahuan kepada Plt. Bupati Pemalang Mansur Hidayat tertanggal 22 Agustus 2022 mengenai penurunan harga dari 12.500 per kg menjadi Rp. 10.000 per kg.

“Menindaklanjuti hasil arahan dari bapak Wakil Bupati selaku Plh. Bupati
Kabupaten Pemalang pada hari Rabu tanggal 17 Agustus 2022, bersama ini
kami sampaikan bahwa mulai bulan September 2022 terdapat penurunan
harga beras untuk ASN yang semula dari harga 125.000/10 Kg menjadi
100.000/10 Kg.” kutipan surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT. Aneka Usaha Kabupaten Pemalang Eko Hari Karyanto.

Distribusi atau penjualan beras Mapan ini oleh Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang dinyatakan ditunda pembeliannya. Dan tindakan Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang ni diikuti oleh beberapa BUMD Kabupaten Pemalang yang saat ini menerima beras dari PT. Aneka Usaha Kabupaten Pemalang (Perseroda).

Dikemukakan oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang Slamet Efendi melalui Direktur Umum dan administrasi Moch Arief Setiawan bahwa Perumda Tirta Mulia Pemalang menghentikan sementara pembelian beras ke PT. Aneka Usaha Kabupaten Pemalang (Perseroda).

Baca Juga  Bela Warganya, Dua Kelompok Pemuda Tawuran

“Kami mengutamakan pembelian beras lewat koperasi karyawan (Perumda Air Minum Tirta Mulia Pemalang),” jelas Arief Setiawan, Minggu (4/8).

Alasan yang diberikan selain “pemaksaan” dalam penjualannya, adalah kualitas beras premium yang kualitasnya tidak standar disetiap pengiriman.

“Kualitas tidak standar, setiap pengiriman berubah-ubah, harga premium kualitas abal-abal, walau sekarang turun. Dan tentunya asal beras diduga bukan dari petani Pemalang,” jelasnya.

Penjualan beras oleh PT. Aneka Usaha Kabupaten Pemalang Perseroda walaupun sudah ada penurunan harga ini masih di soal oleh anggota DPRD dari PPP Mohkamat Safii. Ia mempermasalahkan tidak ada kesesuaian dengan surat Instruksi Bupati Pemalang Nomor 22 Tahun 2021 tentang Gerakan Beli Beras Petani Pemalang Bagi Pegawai Negeri
Sipil dan Pegawai Badan Usaha Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Bukannya permasalahan dihilirnya saja dengan menurunkan harga ke konsumen.
Safii masih menyoal asal beras yang diduga bukan berasal dari Petani Pemalang.

“Sejak awal saya menyampaikan agar kebijakannya bukan penjualan beras, tapi pemberdayaan petani dengan cara pembelian gabah ke petani Pemalang oleh PTAU, selanjutnya setelah menjadi beras dijual ke PNS/BUMD dengan harga bersaing dengan harga pasar dengan kualitas premium. Sehingga konsumen tidak merasa dirugikan, ” jelasnya melalui seluler, Minggu (4/9).

Untuk itu ia meminta kepada Plt. Bupati Pemalang Mansur Hidayat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penjualan beras oleh PTAU.

“Untuk itu sebaiknya saat ini lakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penjualan beras oleh PTAU yang sudah berjalan selama ini untuk perbaikan kebijakan selanjutnya. Dan bagaimana keuntungan yang diperoleh oleh PTAU selama kebijakan ini berjalan, apakah ada dampak positifnya terhadap perusahaan dan bagaimana sikap PNS/BUMD jika ada perbaikan kualitas beras dengan gabah lokal,” tegasnya.

Baca Juga  Empat Pesan Jokowi untuk Bank Syariah Indonesia

Salah seorang pengusaha beras yang mempunyai ricemill, M. Ayong mengungkapkan, apabila petani, gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Pemalang diminta untuk menyiapkan beras dengan kualitas premium seperti yang dilakukan oleh PTAU, dia yakin lebih dari mampu, karena gabah Pemalang memang sangat melimpah.

“Saya sangat yakin lebih dari mampu, karena gabah Pemalang memang sangat melimpah,” ungkapnya. (RedG)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

1 komentar