oleh

Beli Tiket Melalui Calo, Terancam Tidak Diizinkan Berlayar

Batam – PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam mengingatkan kepada calon penumpang agar tidak membeli tiket melalui calo. Akan ada tiga kali pemeriksaan setiap calon penumpang hendak naik kapal Kelud.

“Setiap mau naik kapal, kami akan memeriksa tiket tiga kali. Bagi calon penumpang saya anjurkan jangan membeli tiket melalui calo,” kata Kepala Kantor PT Pelni Cabang Batam Kapten Agus, Senin (21/12/2020)

Menurutnya, adapun pemeriksaan tiga tahap ialah pemeriksaan pada pembelian tiket, pemeriksaan petugas saat check in dan pemeriksaan saat penumpang hendak naik kapal.

“Kita sangat ketat pemeriksaan nanti, kami lakukan ini agar tidak ada penumpang naik kapal tanpa tiket. Kami ingatkan jangan tergiur dengan calo yang menjanjikan ini itu,” paparnya.

Kata dia, selama ini banyak calon penumpang mengalami kendala saat pemberangkatan menggunakan KM Kelud, di Pelabuhan Batuampar. Karena tiket warga itu hilang atau tidak diberikan oknum calo.

Tidak hanya itu saja sambungnya, yang lebih parah ialah uang calon penumpang tidak sedikit yang dilarikan oleh para calo tiket.

“Saya contohkan, Minggu lalu adab20 orang penumpang yang kami tahan. Mereka dijanjikan tiket dari calo, namun saat naik tidak ada, walaupun begitu, saya tidak izinkan berangkat,” ucapnya.

Agus menambahkan, kepada calon penumpang yang akan membeli tiket tersebut, tetap menggunakan KTP, sehingga nama sesuai dengan identitas. Hal yang seperti ini, jangan dianggap sepele, karena juga dapat membuat batal pemberangkatan menggunakan jasa Kapal KM Kelud.

“Kami akan periksa sesuai dengan e-KTP, apalagi saat pengambilan no antrian kalau tidak sesuai dengan e-KTP tidak akan kami kasih. Saya tidak ingin masyarakat dirugikan,” paparnya.

Selanjutnya penerapan protokol kesehatan sangat penting untuk diketahui penumpang pada saat naik kapal. Wajib memakai masker, menjaga jarak dan membawa surat rapid tes dengan hasil non reaktif asli. Karena tak menutup kemungkinan juga ada yang menggunakan surat rapid tes palsu atau masa berlakunya yang sudah habis.

Baca Juga  RPP Dan RPerpres Cipta Kerja Disosialisasikan di Batam

Selain itu kapasitas penumpang selama Pandemi ini juga akan dibatasi 50 persen dari kapasitas kapal. Hal ini bertujuan untuk memberi jarak bagi penumpang khususnya dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Jika ditemukan yang seperti ini, kami bisa pastikan akan langsung gugur dalam artian penumpang tak bisa berangkat,” bebernya.(redG/Bayu)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed