oleh

Begini Kronologis Pembunuhan Mayat Dalam Karung

*Polres Pangkalpinang melakukan konferensi pers terkait kasus pembunuhan mayat dalam karung di Penginapan Dewi Residen 2 Pangkalpinang*

PANGKALPINANG – Abdullah Yahya (32), pelaku pembunuhan almarmuhah Ayu Carla (29) di sebuah Penginapan Dewi Resident II, Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Sabtu 14 November 2020 lalu, ternyata baru kenal selama dua hari dan perkenalan terjadi melalui aplikasi chating Mi-chat.

Hal itu disampaikan Kapolres Pangkalpinang, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah yang didampingi Kabag Ops, Kasat Reskrim, saat menggelar konferensi pers, di halaman Mapolres Pangkalpinang, Senin (23/11/2020).

“Pertama kali pelaku mengenal korban lewat aplikasi Mi-chat tanggal 9 November 2020, dan dari perkenalan itu, pelaku dan korban langsung tukaran nomor Handphone atau WhatsApp, kemudian tanggal 10 November, pelaku bersama korban bertemu di tempat kejadian perkara yaitu penginapan Dewi Residen II Kacang Pedang.,” ungkap Kapolres.

Kapolres menambahkan, sebelum terjadi pembunuhan tersebut, pelaku dan korban sempat jalan-jalan ke Pantai Pasir Padi.

“Mereka sempat jalan-jalan hari Selasa tanggal 10 November, dan setelah itu, sore harinya, pelaku dan korban kembali ke penginapan tersebut,” jelasnya.

Lanjut AKBP Tris Lesmana, di dalam penginapan itu pelaku sempat berbicara dengan korban dan mengaku sebagai karyawan bank dengan gaji yang cukup besar.

“Pelaku ini juga mengaku sebagai salah satu karyawan bank dengan gaji yang cukup besar dan mengaku masih bujangan, serta berjanji akan menikahi korban,” kata Kapolres.

Tidak hanya itu, Kapolres juga mengungkapkan, dari pembicaraan itu tiba-tiba pelaku ingin mengambil handphone dan motor milik Ayu.

“Tiba-tiba pelaku mengambil barang-barang milik korban, dan korban yang melihatnya langsung berteriak minta tolong sehingga tersangka panik dan menggunakan sarana yang ada berupa bantal di dalam penginapan untuk menyekap mulut korban,” tutur kapolres.

Baca Juga  DPR Setuju Kantong Pastik Kena Cukai

“Pelaku menyekap dan menekan dada korban dengan menggunakan dengkul dan kaki secara berulang kali, hingga membuat korban meninggal dunia, karena kehilangan nafas dan tulang rusuk korban pun patah,” pungkas Kapolres.(RedG/Prima)

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed