oleh

Bawaslu Bangka Tengah Gelar Sosialisasi Pemilih Pemula Tingkat Pelajar SLTA Sederajat

Bangka Tengah — Bawaslu Bangka Tengah Provinsi kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi partisipasi pemilih pemula dari kalangan siswa-siswi SLTA sederajat, serta terlibat aktif dalam mengawasi jalannya tahapan Pemilu dan pemilih pemula adalah mereka yang sudah berusia 17 tahun pada saat pemungutan suara nanti yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya di bilik suara.

Pemilih pemula menjadi agent of change bagi perubahan demokrasi yang lebih baik lagi dalam pelaksanaan Pemilu Tahun 2024. Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) Goes To School di Gedung Serbaguna Kecamatan Namang pada Selasa (5/9/2023).

Anggota Bawaslu Bangka Tengah Muhammad Tamimi mengatakan, harapannya saat memberikan sambutan agar siswa-siswi SLTA sederajat se-Kecamatan Pangkalan Baru dan Kecamatan Namang dapat memberikan sumbangsih dengan ikut serta mengawal proses demokrasi di tahun 2024 ini.

“Harapannya adik-adik siswa-siswi bisa ikut serta berpartisipasi dengan ikut mengawasi dan dapat meneruskan pesan-pesan dari acara ini kepada teman-teman dan keluarga,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pengawasan Pemilu dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel, Rogrius Sinulingga turut menyampaikan pesan agar siswa-siswi yang hadir dapat memilih pemimpin dan wakil rakyat secara bijak untuk kemajuan bangsa.

“adik-adik harus dapat memilih secara cerdas. Hal ini penting karena menurut data pemilih yang sudah terdaftar, kategori pemilih generasi Z ini cukup banyak. Berangkat dari data ini, sudah bisa dipastikan adik-adik akan menjadi target para partai politik untuk dibujuk memilih mereka pada saat hari pungut hitung” tuturnya.

Anggota Bawaslu Provinsi Kepulauan Babel, Sahirin menjelaskan bagaimana cara memilih calon pemimpin agar tidak ada kesalahan karena ini adalah pengalaman pertama mereka.

“Jangan sampai adik-adik kena prank, makanya harus punya kriteria. Kriteria pemimpin yang seperti apa yang ideal untuk nanti dipilih?,” tanya Sahirin kepada audiens.

Baca Juga  Program Sajadah Fajar Pemkab Bateng Ajak Warga Belilik Ramaikan Masjid

Para audiens pun menjawab “adil, bijaksana, baik hati dan bertanggungjawab,” jawab audiens.

Sahirin kembali menjelaskan apabila ada calon yang memberikan uang kepada audiens dengan iming-iming untuk dipilih dikemudian hari, Sahirin dengan tegas mengajak untuk menolaknya karena ini adalah pelanggaran tindak pidana Pemilu.

Diakhir sambutannya Sahirin berpesan “Jika kalian tidak punya karakter, maka kalian akan menjadi pribadi yang mudah diperalat. Perkembangan zaman apapun, kalian yang harus memanfaatkannya dengan baik,” imbuhnya (RedG/**).

Komentar

Tinggalkan Komentar