oleh

Balita yang Hilang, Ditemukan di Bawah Imtek PDAM Sungai Batanghari

JAMBI– Seorang anak berinisial AR (2) warga Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi dikabarkan hilang dari rumah.

Kapolsek Telanaipura AKP S. Harefa mengatakan, pada hari Jumat (1/9) sekitar pukul 10.00 WIB datuknya bernama Alamsyah pulang ke rumah, setelah pulang dari ngojek.

Saat itu, disampaikan dia, rumah dalam kondisi sepi dan mendapati pintu rumah bagian depan dalam posisi sedikit terbuka serta rantai yang biasanya terpasang tidak dalam kondisi seperti biasanya.

Kemudian dia pun pergi mencari istrinya bernama Mahayati yang diketahui berada dibelakang rumahnya. Lalu, datuknya itu menanyakan keberadaan cucunya.

Mahayati yang merupakan nenek AR, disampaikan Harefa, bahwa cucunya ada di dalam rumah. Lalu, datuknya ini kembali mengecek ke dalam rumah, dan ternyata tidak ada orang di dalam rumah.

“Kemudian datuknya ini turun dari rumah, dan mengatakan kepada istrinya kalau cucunya tidak ada di rumah,” ujarnya, Minggu (3/9).

Panik mendapati cucunya tidak ada di dalam rumah, kemudian mereka pun berusaha mencari ke rumah tetangga dan bertemu dengan Nur Asmara. Akan tetapi, dirinya tidak melihat cucunya itu keluar rumah.

Kemudian, saat cucunya yang lain pulang sekolah, sang datuk pun meminta untuk menghubungi ayahnya yang bernama Debi dan memberitahu perihal anaknya yang hilang dari rumah.

Setelah sampai di rumah, sang ayah langsung berusaha untuk menyisir pinggir sungai yang ada di pinggir rumahnya. Akan tetapi, tidak juga ditemukan.

“Setelah itu datuknya ini menelpon anaknya yang lain dan memberitahu perihal cucunya yang hilang,” terangnya.

Selanjutnya, pada pukul 14.30 WIB datuknya ini datang ke Polsek Telanaipura guna meminta bantuan dan melaporkan peristiwa cucunya yang hilang dari rumah.

Baca Juga  Kodim 0415/Jambi Sabet Juara Satu Lomba Binter Nasional

“Sekitar pukul 14.30 WIB, saya atau kami langsung melakukan pencarian dan melakukan interogasi saksi- saksi keluarga maupun warga sekitar,” terangnya.

Dari informasi yang diperoleh belum ada petunjuk yang bisa menjelaskan secara pasti. Sehingga pihaknya memutuskan melakukan penyisiran disekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Jarak antara rumah ke Sungai Batanghari ini kurang lebih hanya 7 meter. Kami dan warga juga menelusuri di tempat bermain anak- anak,” tuturnya.

Melihat jarak rumah ke Sungai Batanghari sangat dekat, pihak kepolisian pun melakukan penyisiran Sungai Batanghari dengan menggunakan perahu karet milik Polairud Polda Jambi dan Spid Bod milik Damkar Kota Jambi.

“Dari penelusuran dan pencarian jejak sekitar Sungai Batanghari belum ditemukan jejak indikasi tenggelam. Tim jiga telah melakukan pencarian sejauh 5 kilometer dari TKP,” katanya.

Pihaknya juga memberikan himbauan kepada para tukang ketek ataupun nelayan pencari ikan, apabila menemukan anak hilang segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Hingga pukul 19.00 WIB, pencarian dihentikan, karena keterbatasan jarak pandang.

Lalu, pada hari Sabtu 2 September 2023 sekitar pukul 14.00 WIB, Polsek Telanaipura mendapatkan informasi bahwa di tepi sungai dekat imtek PDAM Pulau Pandan ditemukan mayat anak kecil.

Mendapatkan informasi tersebut, pihak kepolisian pun menuju ke lokasi. Sesampainya di lokasi, anak yang hilang dari rumah itu telah dibawa ke rumah duka oleh pamannya bernama Mulyadi.

“Anak itu diangkat dari bawah imtek PDAM Sungai Batanghari dalam kondisi meninggal dunia. Sekitar pukul 15.30 WIB pihak Puskesmas Putri Ayu melakukan pemeriksaan denyut nadi dan jantung serta pupil mata. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi, karena akan segera dimakamkan,” ungkapnya.(RedG/* *)

Komentar

Tinggalkan Komentar