oleh

Asinan Rambutan, Inovasi Mahasiswa KKN UPGRIS

Kendal – Saat ini masyarakat desa Blimbing, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal ketika panen buah rambutan hanya dijual langsung ke pedagang, pengepul maupun langsung ke konsumen. Belum pernah melakukan inovasi mengenai buah ini.

Melihat potensi buah rambutan yang melimoah di Desa Blimbing , mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)  yang bertugas di Desa Blimbing mengagas adanya inovasi dalam pengolahan buah rambutan .

Asinan Rambutan, Inovasi Mahasiswa KKN UPGRIS 2020

Salah satu anggota Ibu PKK menegaskan bahwa “Rambutan di Desa Blimbing banyak yang terbuang sia-sia dan tidak dimanfaatkan menjadi olahan yang menarik”. Oleh karena itu Mahasiswa KKN UPGRIS terdorong memanfaatkan potensi rambutan untuk dijadikan sebagai peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Blimbing.

Melalui Ibu-ibu PKK,  Kamis (6/2/2020) pukul 14.00 WIB,  Mahasiswa KKN UPGRIS mulai mengenalkan dan mengajak cara mengolah rambutan menjadi makanan yang inovatif seperti menjadikannya sebagai olahan asinan. Asinan rambutan sendiri termasuk makanan milenial yang saat ini banyak digemari khalayak umum,dan cara pembuatannya pun tergolong sangat mudah untuk diterapkan.

Warga masyarakat diharapkan bisa menerima dan menerapkannya sehingga kedepannya bisa menjadikan sebagai peluang bisnis baru untuk meningkatkan ekonomi masyarakat”. Hal tersebut disampaikan oleh Ramadhan Kurniawan selaku ketua bidang Kewirausahaan KKN UPGRIS. (RedG/Pinka)

 

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed