APD Langka, Ganjar Kenalkan Kreasi APD RSUD dr. Moewardi

Semarang – Upaya pencegahan dan pemutusan rantai virus Corona atau Covid-19 sudah dilakukan oleh Pemerintah. Ada beberapa permasalahan antara lain minimnya Alat Perlindungan Diri (APD) yang dipakai khususnya para tenaga medis untuk menangani pasien corona.

Adanya ide,  kreativitas dan inovasi, Jawa Tengah mampu memproduksi APD sendiri untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah sakit. RSUD Moewardi Solo telah memproduksi APD. RSUD Moewardi mampu memproduksi 200 sampai 500 APD yang dapat digunakan untuk para tenaga medis merawat pasien corona dan bahan pembuatan standar pabrik yakni menggunakan Polypropylene Spundbound.

“APD ini sulit dicari, bahkan di beberapa daerah ada yang teriak-teriak kekurangan APD sampai pakai mantel. Kami kemudian berinovasi mencari bahkan seperti yang dibuat pabrikan, RSUD Moewardi berhasil membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah, “ujar Ganjar saat mengenalkan APD buatan Jateng di Kantor Dinas Kesehatan Jateng, Senin (23/2).

Mengenai hal tersebut terpecahkannya masalah kekurangan APD ini, maka saat ini pihaknya sedang berusaha mencari terobosan baru dalam rangka pemenuhan masker. Kalau persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara membuatnya sehingga dapat dipenuhi.

“Silahkan rumah sakit di seluruh Jateng koordinasi dengan Dinkes apabila kekurangan APD. Kalau ada yang ingin belajar membuatnya sendiri juga boleh, datang langsung ke Moewardi, “tegasnya.

Ganjar mengatakan, sudah saatnya pemerintah daerah berusaha untuk berinovasi dan berkreasi dalam rangka menangani penyebaran virus corona ini. Tidak selayakya , pemerintah daerah hanya mengandalkan pemerintah pusat dan hanya berpangku tangan.

“Kalau bisa pemerintah daerah membantu pusat, jangan hanya membebani pusat. Harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri. Yakinlah, dengan doa ketekunan dan kemauan, semua pasti ada jalan,”jelasnya.

Hal tersebut ditanggapi oleh Kepala Bidang Pelayanan RSUD Moewardi, Bambang S.W mengatakan, ide pembuatan APD tersebut berawal dari kesulitan mencari APD di pabrikan. Pihaknya kemudian mencari bahan apa yang digunakan pabrikan untuk membuat APD.

“Ternyata bahannya ada. Kemudian kami beli dan kami jahit sendiri. Hasilnya ternyata bagus dan sesuai standar,”katanya.

Pihaknya, dalam pembuatan APD tersebut dapat menembus sekitar 200-250 pack dalam seharinya. Hasil pembuatan APD itu kemudian digunakan untuk keperluan pribadi rumah sakit.

“Kalau rumah sakit lain membutuhkan, kami juga siap membantu. Kalau ada yang mau belajar membuatnya, kami juga siap mengajari, “tegasnya.

Dalam hal pembuatan juga tetap menggunkan standar dan prosedur yang baik agar menjaga keamanan tetap diterapkan. Begitu juga sebelum dibuat , para penjahit juga sudah dipastikan dalam kondisi sehat, bersih dan melakukan cuci tangan.

“Semua standarnya kami lakukan, untuk hasil yang baik, “ujarnya.
Bambang mengatakan, proses pembuatan satu APD hanya menghabiskan uang kurang dari Rp.50.000, sementara kalau beli APD di pabrikan, harganya sudah mencapai Rp.150.000.

“Selain mahal, juga sulit mencarinya. Maka dengan kami berhasil membuat APD sendiri. Hal ini dapat mampu mengatasi persoalan yang ada, “pungkasnya.(RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *