Brebes – Hidup dalam lingkungan yang serba pas-pasan, dengan kondisi tubuhnya tidak bisa mengangkat sendiri, dan harus dibantu oleh saudaranya saat berbaring atau duduk dikasurnya karena pernah jatuh akibat kecelakaan dari kendaraan roda dua dan luka serius pada otaknya, akhirnya harus dirawat beberapa kali di Rumah sakit agar sembuh sediakala.

Begitu kisah sepenggal cerita seorang Anak Yatim Piatu berinisial Dkm (Usia 17th), yang kini tinggal bersama kakak perempuan dan kakak laki-lakinya, dia tinggal di Dusun Wetan Desa Karangbandung Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

Penuturan Kades Karangbandung, Hasanudin saat ditemui dirumahnya mengatakan, pihaknya membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang sampai sekarang masih terbaring dikasurnya dan perlu mendapatkan perawatan rutin berupa rawat jalan untuk beberapa kali di Rumah Sakit di Kota Cirebon, kalau pilihan keluarganya disana, alasannya ada saudara tertua yang tinggal di kota tersebut sehingga bisa saling membantu.

” Pemerintah Desa sudah mengupayakan bantuan sosial kepada keluarga tersebut, termasuk memastikan masuk data DTKS dan memilili  kartu BPJS PBI, bahkan saat pengurus karangtaruna desa membuat proposal untuk donasi Dkm pun ditanda tangani  untuk meringankan beban yang harus ditanggung olehnya baik kebutuhan sehari-hari maupun untuk pengobatan meris mengantarkan ke rumah sakit, ” katanya, kamis (4/06/2020).

Hasanudin menambahkan, membenarkan bahwa kedua orang tuanya sudah almarhum dan almarhumah, jika ada yang mau berdonasi dipersilahkan, minimal berbagi rejeki, dan ini salah satu bagian dari fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

Sementara itu, Pihak Kepala Puskesmas Cikeusal Kidul H. Sunarto, S.Kep.Ners. juga membenarkan bahwa secara medis setelah melalukan visitasi di rumahnya dan memeriksa kondisi anak tersebut, ada luka yang cukup serius pada otaknya, dan perlu penanganan yang rutin dan membutuhkan waktu yang lumayan panjang, tapi dia berharap semoga anak ini cepat sembuhnya, dan keluarga yang mendampinginya tetap optimis bahwa luka yang ada di dalam otaknya bisa disembuhkan, tentunya dengan semangat yang tinggi dan mendampingi secara rutin dalam perawatan di rumah sakit Kota Cirebon.

Sementara itu, Adi Assegaf dari komunitas CBM juga salah satu relawan pegiat sosial, dengan didampingi teman-temannya, langsung mengunjungi kediaman Dkm, memastikan kondisi kesehatannya, apa saja dukungan yang tepat bila masyarakat atau warga untuk berbagi.

” Mari berbagi amaliyah, menabung kemanusiaan lewat bantuan dana untuk pengobatan rutin dari Desa menuju RS di Cirebon sangat dibutuhkan, karena rutin sehingga diperlukan biaya transportasi dan perawatan harian, semoga cepat sembuh, keluarga harus mendampinginya, karena proses penyembuhan harus di dampingi rutin dan butuh ekstra kerja keras,” tuturnya.

Bagi yang ingin berdonasi bisa berkomunikasi dengan pihak Pemerintah Desa Karang Bandung biar nanti dana yang terkumpul bisa di tasyarufkan kepada keluarga untuk meringankan biaya perawatan rutin dan biaya makanan yang bergizi untuk pemulihan fisiknya. Terima kasih atas dukungan dari semua pihak, semoga sedekah jariyah yang diberikan dibalas oleh Allah SWT. (RedG)

Tinggalkan Komentar