oleh

Alexander Fransiscus: Sebaiknya Usul Kenaikan Tunjangan Dewan Ditinjau Ulang

Pangkalpinang – Anggota DPRD Bangka Belitung (Babel) meminta, ada penambahan anggaran untuk tunjangan perumahan setiap bulannya. Atas permintaan itu, anggota DPD RI dari Dapil Babel, Alexander Fransiscus  menilai agar usul tersebut dipertimbangkan ulang, mengingat saat ini masih dalam masa pandemi virus Corona (Covid-19).

“Saya kira ada baiknya agar usulan penambahan anggaran tunjangan perumahan anggota DPRD Babel ditinjau ulang,” ungkap Alexander Fransiscus, Kamis (21/1/2021).

Usulan kenaikan anggaran tunjangan rumah, sebelumnya disampaikan anggota DPRD Babel dalam pertemuan tertutup dengan Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan beberapa waktu lalu. Anggota DPRD Babel merasa perlu mendapat kenaikan tunjangan rumah, karena di beberapa daerah kenaikan tunjangan rumah bagi anggota DPRD sudah dilakukan.

Alexander merasa, permintaan anggota DPRD Babel tidak salah. Hanya saja, ia menilai usulan kenaikan tunjangan rumah disaat pandemi masih melanda Indonesia kurang tepat.

“Saat ini kita sedang dalam kondisi sulit. Banyak alokasi anggaran dialihkan untuk penanganan Corona. Saya kira alangkah lebih baik kenaikan tunjangan rumah anggota DPRD Babel ditunda terlebih dahulu,” tutur Alexander.

Sekalipun anggota DPRD Babel meminta agar penambahan tunjangan perumahan tetap melihat asas kepatutan dan kewajaran kenaikan atas kondisi ekonomi, anggota Komite II DPD RI itu mengatakan akan lebih bijaksana lagi bila tidak dilakukan pada tahun ini. Alexander berharap anggota dewan di Babel mau bersabar.

“Kita sedang dalam program vaksinasi dengan harapan Indonesia bisa keluar dari pandemi Corona sehingga aktivitas kembali normal, termasuk perekonomian. Dengan begitu, pemasukan daerah akan membaik sehingga bisa dialokasikan untuk hal-hal sekunder,” sebut salah satu senator muda itu.

Seperti diketahui, tunjungan perumahan anggota DPRD Babel saat ini adalah Rp 11.900.000 setiap bulannya. Itu di luar gaji dan tunjangan lainnya. Setiap anggota dewan juga mendapat uang transportasi sebesar Rp 13 juta per bulan. Untuk pimpinan DPRD nilainya lebih tinggi.

Baca Juga  Warga Belo Laut Sepakat Bersama PT Timah Membangun Desa

Alexander juga mengingatkan Gubernur Erzaldi Rosman, agar memprioritaskan kebutuhan penanganan Corona. Apabila ada dana yang lebih, menurutnya, lebih baik digunakan untuk program-program pro-rakyat atau pembangunan yang tertunda.

“Apalagi penerimaan pajak pusat di Babel selama 2020 tidak mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Itu kita maklumi karena dampak pandemi,” ucap Alexander.

“Pertumbuhan pajak di Babel juga mengalami penurunan minus 28,06 persen. Jadi sebaiknya anggaran digunakan untuk hal yang lebih prioritas lagi,” tambahnya. (RedG/Prima).

Komentar

Tinggalkan Komentar

News Feed