Solo- Peringatan Hari Pahlawan tahun 2020 coba dimaknai tokoh masyarakat asal Kota Solo BRM Kusumo Putro,SH,MH dengan menggelar aksi damai bertajuk Deklarasi Masyarakat Surakarta Jaga Indonesia di depan patung Brigjen  (Anumerta) TNI Ignatius Slamet Riyadi, pahlawan asli Kota Bengawan yang gugur di usia muda dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu (8/11) pagi.

Aksi tersebut berlangsung khidmat namun penuh semangat. Dalam aksi tersebut diputar lagu-lagu perjuangan nasional yang semakin membakar semangat nasionalisme puluhan peserta aksi damai tersebut.

Kusumo mengatakan aksi tersebut dalam rangka menggelorakan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme rakyat Indonesia pada umumnya dan Solo pada khususnya.

“Kami menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk selalu menggalang persatuan dan kesatuan bangsa, jangan terpecah belah hanya karena kepentingan politik atau golongan,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan peletakan karangan bunga di area patung Brigjen (Anumerta) TNI Ignatius Slamet Riyadi.

Kusumo menegaskan itu adalah yang pertama dalam sejarah ada karangan bunga di dekat patung pahlawan nasional tersebut.

“Ini adalah aksi yang pertama dalam sejarah, selama ini tidak ada pihak yang ingat akan jasa perjuangan beliau,” bebernya.

Sebagai wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan, para peserta aksi memakai topeng para pahlawan bangsa

Dalam acara tersebut juga dilepas sejumlah merpati. Kusumo berujar burung tersebut adalah simbol perdamaian, dia berharap Indonesia selalu dalam keadaan damai aman dan sejahtera.

“Bangsa Indonesia harus aman dan damai, sehingga kedepan bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar,” ungkapnya.

Kusumo juga memberikan stiker dengan tulisan Jaga Indonesia kepada para pengguna jalan yang melintas di Jalan Slamet Riyadi di Bundaran Gladag, Solo.

“Kami berharap stiker ini ada di seluruh Indonesia dan menjadi pemantik semangat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.

Kusumo mencetak 25 ribu stiker yang akan disebar di seluruh kawasan Solo Raya.

“Kami menolak paham radikal, anarki dan intoleransi yang akan memecah belah keutuhan Bangsa Indonesia,” tutupnya.(red)

 

Tinggalkan Komentar