600 Penerima PKH Mengundurkan Diri

PEMALANG – Maraknya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengundurkan diri dari program Keluarga Harapan (PKH) disikapi dan direspon betul oleh Dinas Sosial Penanggulangan Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang. Bahkan pihaknya mengklaim bahwa programvdari Kementrrian Sosial itu berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan khususnya di Kabupaten Pemalang.

Kabid Sosial Dinsos KBPP Pemalang Supadi menyatakan, jumlah KPM yang sudah diputus dan tidak lagi menerima bantuan dari PKH hingga Selasa (12/2) ada 600 lebih. Jumlah tersebut terdiri dari 500 kategori graduasi (keluar dari kepesertaan) alami dan 100 KPM graduasi mandiri.

“Itu data sementara, dimungkinkan jumlahnya akan terus bertambah,” jelasnya kepada g-news, Selasa (12/02).

Dia menjelaskan, graduasi alami adalah keluarnya KPM dari kepsertaan PKH secara alami karena sudah tidak masuk dalam tiga kategori kemiskinan yakni kesehatan terkait ibu hamil dan menyusui, pendidikan terkait tingkatan sekolah dari SD, SMP dan SLTA dan kesejahteraan sosial terkait disabilitas dan lansia. Kalau tidak ada unsur itu otomatis keluar dari PKH.

Sedangkan yang graduasi mandiri, lanjutnya, mereka dengan kesadarannya sendiri karena sudah mampu dan merasa lebih layak sehingga mengundurkan diri dari kepesertaan PKH dengan cara membuat surat pernyataan.

“Yang mengundurkan diri langsung diputus sehingga sudah tidak mendapat bantuan lagi. yang mutus langsung dari pusat,” terangnya.

Disampaikan pula, nilai nominal PKH sekarang naik. Dulu setiap triwulan sekali dicairkan sengan nilai nominal kisaran Rp. 500 ribu sekarang naik beberapa kali lipat sesuai kategori dan ada pola maksimalnya.

“Yang jelas nilainya banyak dan yang sudah keluar tidak bisa dicairkan lagi,” pungkasnya. (hp/him)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *