oleh

3 Anak Berkonflik Dengan Hukum Diringkus Satreskrim Polresta Jambi

JAMBI – Tiga orang pemuda di bawah umur yang merupakan pelaku pengeroyokan dan penganiayaan berhasil diringkus Satreskrim Polresta Jambi.

Ketiga pelaku yakni berinisial EG, BN, dan JS yang merupakan warga Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, dengan peran yang berbeda.

Pelaku EG berperan melukai korban menggunakan bedil rakitan, pelaku BN berperan memukul korban di bagian belakang, sedangkan JS memukul korban di bagian bahu.

Para pelaku saat melancarkan aksinya menggunakan senjata rakitan berupa bedil (meriam kaleng) yang terbuat dari kaleng dengan bagian belakang diletakkan pemetik.

Kemudian, pada bagian ujung depannya diletakkan batu dengan ukuran sepanjang satu meter.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (25/3) lalu di kawasan Kuburan Singkawang, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Wakapolresta Jambi, AKBP Ruli Andi Yulianto mengatakan, saat itu korban tengah membeli mie pangsit yang kemudian pelaku dan korban cekcok.

“Waktu itu, para pelaku membawa senjata rakitan berbentuk basoka yang di depannya diletakan batu dan dibagian belakang diletakan spirtus dan alat pematik,” ujarnya, Selasa (28/3).

Kata Ruli, alat berupa bedil tersebut diarahkan ke korban sehingga terjadi ledakan dan membuat bagian kepala korban mengalami luka.

“Korban mengalami luka di bagian telinga kanan. Setelah itu disusul oleh pelaku lainnya memukuli korban,” terangnya.

Lebih lanjut, tim yang mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan penyelidikan. Setelah mengetahui informasi dan identitas pelaku, tim langsung mengamankan pelaku di rumahnya tanpa perlawanan.

“Saat ini para pelaku telah berhasil diamankan. Atas kejadian ini, korban mengalami luka pada bagian telinga kanan dan harus menjalani operasi,” beber Ruli.

Ruli menyampaikan, para pelaku ini bukanlah segerombolan bermotor, akan tetapi mereka pelaku pengeroyokan.

Baca Juga  Nasionalisme Suku Anak Dalam Gelar Upacara Bendera Peringatan HUT RI ke 77

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Ruli, para pelaku di bawah umur ini berasal dari keluarga brokenhome.

“Rata-rata orangtua dari pelaku ini bercerai dan ada yang meninggal dunia. Pelaku juga putus sekolah, sehingga mereka mencari teman dan merasakan satu rasa karena latar belakang yang sama,” terangnya..

Ruli mengimbau, kepada masyarakat agar lebih memperhatikan anak-anaknya dimanapun mereka berada.

“Selain itu juga di lingkungan untuk dapat memperhatikan tetangga dan juga anggota masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Komentar