Pacitan-Oknum wartawan mencoba peras kelompok ternak sapi,mungkin selanjutnya orang tak bertanggungjawab tersebut akan berurusan dengan hukum.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sutarno (50), Ketua kelompok peternak sapi di Dusun Dembo Kidul, Desa Kecamatan Ngadirojo Pacitan.

Dirinya menjadi salah satu percobaan pemerasan dari oknum wartawan yang bekerja di Media Patroli di Pacitan.Dimana aksi percobaan pemerasan tersebut terkait dengan pemberitaan yang tidak sesuai kenyataan pada kegiatan kelompok ternak sapi tersebut.

“Sekitar 3 pekan lalu, saya didatangi oleh dua oknum yang mengaku dari Media Patroli, menanyakan terkait bantuan hibah untuk kegiatan ternak sapi dari DPRD Provinsi Jatim tahun 2010 lalu, “kata Sutarno,Rabu.16/9/2020.

Selang dua pekan kemudian, lanjut Tarno muncul pemberitaan hoax tanpa sumber yang jelas, dan menyatakan sapi dari dana hibah tersebut tidak ada. Padahal menurut Tarno, sapi-sapi bantuan tersebut ditempatkan di rumah sejumlah anggota kelompok peternak.

Namun demikian, oknum wartawan berinisial (SPR) dan (D) tersebut kembali mendatangi dan meminta uang sebesar 2 juta rupiah, untuk meralat berita yang sudah diterbitkan.

“Mereka datang lagi dan meminta uang sebesar 2 juta rupiah katanya berita yang kemarin sudah di ralat,” imbuhnya.

Tarno, menjelaskan alasan sapi-sapi itu tidak di kandang kelompok tersebut, pasalnya agar anggota kelompok lebih mudah dalam merawat di kandang masing-masing dan semua itu juga sudah disepakati oleh anggota kelompok

“Jadi agar lebih mudah merawat sapi-sapi itu, kami dari kelompok ternak sudah bersepakat untuk dipelihara oleh masing-masing anggota yang berjumlah 10 orang, ” imbuhnya.

Usut punya usut dana hibah bantuan itu diterima oleh kelompok peternak sapi Mulya Sari di desa setempat tahun 2010 silam, sebesar Rp. 100.000.000 dari Sri Subiyanto anggota DPR Provinsi dan diwujudkan sapi 10 ekor.

Atas munculnya berita tersebut, Dinas Peternakan dan Pertanian Kabupaten Pacitan sudah melakukan kroscek di lapangan. Namun nihil masalah dan tidak seperti apa yang diberitakan, dan membenarkan atas apa yang dilakukan oleh kelompok ternak Mulya Sari.

Sementara itu, kini ketua kelompok peternak Mulya Sari dan sejumlah anggotanya berbalik melaporkan oknum wartawan yang telah menerbitkan berita hoax dan juga aksi percobaan pemerasan.Bukan tanpa alasan mengingat dengan munculnya berita tersebut, masyarakat sekitar menjadi resah.

“Kami tentu menuntut balik atas hal tersebut secara hukum,” pungkas Tarno.( red )

Tinggalkan Balasan