Wonogiri-Sebanyak 88 lembaga baik itu Pondok Pesantren, TPQ dan MDT di Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri mendapatkan bantuan operasional dan protokol kesehatan yang diusulkan kepada Kementerian Agama melalui anggota DPR RI dari Komisi VIII ibu Hj Endang Maria Astuti, S.Ag, SH, MH dengan total bantuan disalurkan mencapai angka 1,3 milyar lebih.

Dengan nilai Bantuan BOP Pesantren Kecil sebesar Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah), Bantuan BOP Pesantren Sedang sebesar Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah), Bantuan BOP Pesantren Besar sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam sebesar Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) serta dilakukan pencairan sekaligus atau dalam 1 (satu) tahap.

Salahsatu peserta penerima bantuan BOP Pesantren AL Fitroh Sragen pimpinan Ali Nurdin mengatakan bahwa baru kali pertama selama memimpin pondok pesantren Al Fitroh menerima bantuan dari pemerintah, seraya menyanpaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah serta anggota Komisi VIII DPR RI yang sudah memperjuangkannya.

Penyerahan bantuan BOP untuk wilayah Kabupaten Sragen telah dilaksanakan pada hari Sabtu 11 September 2020 dihadiri para pimpinan lembaga Ponpes, TPQ dan MDT dengan menerapkan protokol kesehatan. Dalam sambutannya Hj Endang Maria Astuti menyampaikan, bahwa dengan bantuan yg disalurkan dapat meringankan beban kegiatan pendidikan pada Pondok Pesantren, TPQ dan MDT tetap berjalan sebagaimana mestinya paska pandemik.

“Semoga bantuan ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya sesuai peraturan dan ketentuan yang telah diberikan oleh pemerintah,” demikian ujarnya.

Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 diberikan kepada Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam untuk biaya operasional dan biaya kebutuhan pemenuhan protokol kesehatan. Bantuan tersebut diberikan langsung kepada masing-masing lembaga dengan tujuan untuk menjamin efektifitas, efisiensi, ketepatan sasaran, dan kegunaan pelaksanaan Bantuan Operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun Anggaran 2020 sebagaimana tertuang dalam petunjuk teknis pelaksanaanya sebagai berikut :
a. Untuk meringankan biaya operasional Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam.
b. Untuk memutus, mengurangi mata rantai penyebaran COVID-19 di kalangan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam.
c. Untuk mewujudkan keberpihakan pemerintah (affir- mative action) bagi Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam.

Persyaratan penerima BOP Pesantren dan BOP Pendidikan Keagamaan Islam pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020 adalah sebagai berikut:
1. Aktif menyelenggarakan kegiatan pembelajaran.
2. Terdaftar pada Kantor Kementerian Agama yang dibuktikan dengan Nomor Statistik lembaga.(*)

Tinggalkan Balasan