Pemalang – Era pandemi corona salag satu yang terdampak adakah pelajar, dengan poka pembelajaran jarak jauh (PJJ) maka jaringan dan kuota internet menjadi hal utama. Ketersediaan jaringan dan kuota kadang menjadi kendala bagi pelajar dalam PJJ tersebut.

Permasalahan ini sudah ditangkap oleh ketua DPRD Kabupaten Pemalang H.M, Agus Sukoco S.IP, MSi. Dia meminta pada pemerintah daerah untuk membuka semua password wifi di kantor-kantor pemerintah mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Hal ini dimaksudkan untuk membantu secara langsung para pelajar maupun mahasiswa yang saat ini program pembelajarannya dilakukan secara daring. Sehingga setidaknya dapat mengurangi pengeluaran masyarakat untuk membeli kuota internet.

Mantan Ketua DPC PDIP dan kini menjadi bakal calon bupati, berpendapat dimusim pandemi seperti saat ini dimana pertumbuhan ekonomi melemah maka pengeluaran sekecil apapun menjadi sangat penting bagi masyarakat. Bahkan meski pemerintah sudah mengeluarkan bantuan sosial, namun hal tersebut tidak menutup semua kebutuhan warga, karena itu dibutuhkan komitmen semua pihak untuk saling membantu dan bergotongoyong.

Dan salah satu yang bisa dilakukan ada membuka password dinas/kantor pemerintahan mulai dari kabupaten hingga ke tingkat desa, sehingga masyarakat umum khususnya yang berada tak jauh dari lingkungan tersebut dapat mengakses internet tanpa perlu mengeluarkan biaya untuk membeli kuota. Toh selama ini langganan internet kantor-kantor sudah dibayar bulanan, sehingga apabila masyarakat ndompleng makai tidak akan menambah biaya lagi.

“Sebenarnya ini merupakan langkah kecil dan mudah bagi pemerintah daerah, tapi akan memberikan pengaruh baik bagi masyarakat, toh nantinya setelah pandemi selesai bisa dikembalikan seperti semua,”jelas Agus

Sosialisasi Protokol Kesehatan

HM Agus Sukoco mengatakan, dengan dibukannya password wifi kantor-kantor maka nantinya akan banyak masyarakat khususnya pelajar yang memdatangi kantor-kantor terdekat untuk memanfaatkan koneksi gratis. Kondisi ini justru bisa sekaligus dimanfaatkan untuk sekaligus mensosialisasikan program protokol kesehatan yang diwajibkan pemerintah, seperti misalnya pemakaian masker, menjaga jarak dan lainnya.

Jadi justru jangan berfikiran negatif kemudian akan timbul kerumunan yang bisa menimbulkan kerawanan baru penularan Covid-19. Sebab dalam kondisi seperti ini jangan sampai justru menimbulkan ketakutan yang berlebihan, karena sepanjang disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah disarankan maka tidak akan menjadi masalah.

“Mari kita bersama saling membantu dalam kondisi pandemi, dan diharapkan Covid-19 akan segera hilang dan kehidupan kembali normal”jelas Bakal Calon Bupati HM Agus Sukoco. (RedG)

Tinggalkan Balasan