Solo-Figur publik yang cantik ini selain berprofesi sebagai dosen juga seniwati yang namanya sudah tidak asing lagi. Orangnya supel, ramah, jika diwawancarai awak media merespon setiap pertanyaan yang diajukan. Sabar, halus dan selalu tersenyum usai bicara.

Kepada Riestanto jurnalis Lintas Media mengatakan dirinya merasa senang di era milenial banyak anak muda, khususnya pelajar dan mahasiswa yang mencintai budaya jawa. Seni tari, seni musik keroncong, seni congrok, wayang kulit, wayang orang dan lain sebagainya. Satu realita mengapa lagu -lagu mas almarhum Didi Kempot booming, laku keras di seluruh daerah provinsi di Indonesia, bahkan luar negeri? Menurutnya,ini semua karena adanya rasa kecintaanya pada lagu jawa.

Pelantunnyapun santun, dan syair yang dibuatpun bernuanya fakta sejarah dan hierarki cinta orang Jawa. Tiada menit yang lewat, radio, televisi, media cetak dan elektronika selalu on air memutarnya. Pelaku-pelaku lagu Jawa juga mengaku senang, karena syair sang maestro bernuansa etnik, apalagi aransemen musiknya digarap oleh Mr. Jepang, endingnya bermutu dan berkualitas.

Alhasil korelasi jiwa anak muda dengan budaya masih kental.

Inilah cuplikan singkat tentang kupasan interview kami dengan beliau saat berlangsungnya SIPA di kampus ISI Sabtu, 12 September 2020 kemarin. Kupasan lebih mendalam lagi, tunggu di media group Intermedia, Kabar Joglo, Suara Joglo, G News, Warta Bengawan, Lingkar Nusa, Penyebar Semangat dan Didik News dipastikan wawasan tentang seni Solo anda akan bertambah moncer. (Ris/r)

Tinggalkan Balasan