Wonogiri-Awalnya pernah mengalami kebangkrutan di bidang bisnis peternakan, ini kisah anggota TNI di Kodim 0728/Wonogiri yang bertugas sebagai Babinsa di Koramil 07/Tirtomoyo, ini mulai sukses dan mampu meraup keuntungan puluhan juta rupiah dalam sebulan. Usahanya yang digeluti saat ini adalah beternak bebek petelur di pekarangan rumahnya di Lingkungan Joho Lor Rt 02 Rw 04, Kelurahan Giriwono, Wonogiri.

Saat dijumpai beliau bercerita, “Awalnya saya dulu beternak sapi sampai delapan ekor, karena lahan pekarangan rumah masih luas, maka saya mulai bikin kandang dan saya isi ayam kampung (jawa super-red) tapi tidak beruntung alias bangkrut. Kemudian saya ketemu salah seorang pagawai dari Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan Wonogiri, setelah saya cerita pengalaman dibidang peterkanan yang belum beruntung, lalu saya diarahkan untuk beternak bebek petelur, beginilah sampai sekarang ini,” ungkap Babinsa Koramil 07/Tirtomoyo Kodim 0728/Wonogiri, Pelda Widodo kepada wartawan, Minggu (13/9).

Tambahnya, usaha yang saya geluti itu sejak Januari 2012 silam sampai sekarang dan kebangkrutan dalam dunia peternakan juga pernah saya alami. Namun, keterpurukan itu ternyata tidak menyurutkan semangat saya dan akirnya membawa hikmah dirinya untuk bangkit sampai sukses seperti saat ini. Kekompakan bersama sang istri panggil Tutik Sri Lestari, Widodo mengaku dalam merawat ratusan ekor ternak bebek petelur di rumahnya.

“Setelah mendapat pencerahan itu saya dan istri saya langsung mulai belajar beternak bebek petelur. Awalnya hanya sekitar 100 ekor, lalu bertambah menjadi 300, 500 lalu terakhir ini sudah 700 ekor,” ujarnya.

“Sebenarnya lahan saya masih luas, tapi saya tidak berani mengisi lebih, karena kebetulan kandang kami dekat dengan pemukiman. Karena lingkungan saya ini terbilang berada di tengah kota Wonogiri,” terangnya.

Tiap hari, 700 ekor bebek piaraannya mampu mengahasilkan telur sebanyak 550 butir. Setiap butir telur bebek mentah ia jual dengan harga Rp 1.800 perbutir untuk telur asin Rp 2.300 perbutirnya. Jika ditotal, penghasilan bersih dari beternak bebek petelur itu sekitar Rp 10 Jutaan perbulan.

“Setiap harinya sudah ada pedagang yang mengambil ke sini. Malah saat ini kami kewalahan meladeni kebutuhan pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut Pelda Widodo mengatakan, untuk memberi makan 700 ekor bebek itu dia merogoh kocek setiap hari sekitar Rp 450 Ribu. Anggaran itu termasuk untuk biaya membeli pakan campuran seperti bekatul poles, nasi aking dan pakan jadi (konsentrat).

Dia mengaku untuk kesediaan pakan ternaknya sudah ada yang menyuplai dan tak pernah kesulitan dalam mendapatkannya. Untuk bekatul poles ia datangkan dari Sragen, untuk pakan konsentrat didatangkan dari Ponorogo dan nasi aking dia datangkan dari Tulungagung, Jatim.

“Untuk persediaan sudah ada stok, telepon langsung diantar. Malah ini untuk bantu-bantu rekan purna tugas yang mulai belajar beternak, untuk bekatul poles kan di Wonogiri susah, makanya saya yang stok,” kata dia.

Babinsa Koramil 07/Tirtomoyo Kodim 0728/Wonogiri ini menambahkan, bahwa kesuksesannya di bidang ternak bebek petelur ini menjadi penyemangat rekan-rekan sejawatnya. Bahkan kini banyak sekali tentara yang sudah purna tugas belajar bisnis bebek petelur di rumahnya.

“Bisnis ini juga menjadi bekal saya ketika sudah purna tugas. November tahun ini kan saya sudah MPP (masa persiapan pensiun),” tandasnya.
Alhamdulillah, atas ijin dan hidayah serta rezeki dari Tuhan YME, sehingga bisa menyekolahkan anak anak saya dab sekarang dapat meneruskan menjadi TNI seperti prifesi saya, anak yang pertama Arief Widiantoro berpangkat Prajurit Satu (Pratu) dinas di Denpom II Palembang, kemudian anak kedua Galih Dwi Wibowo Prajurit Dua (Prada) dinas di zipur 9 Kostrad Bandung,’ pungkasnya (Begug SW)

Tinggalkan Balasan