Roni Asfar Susanto, yang pernah bekerja belasan tahun sebagai konsultan Advokasi Kebijakan publik Program-program USAID

Pacitan – Ada Analisa yang muncul beberapa waktu lalu, mengatakan bapaslon Bupati dan wakil Bupati Pacitan, Jawa Timur dimenangkan oleh pasangan Yudi Sumbogo – Isyah Ansori (Mbois). Analisa ini dikemukakan oleh Joko Subagyo, salah seorang pengamat politik yang tinggal di Jakarta

Menanggapi anilisa tersebut, Roni Asfar Susanto, yang pernah bekerja belasan tahun sebagai konsultan Advokasi Kebijakan publik Program-program USAID justru mempunyai analisa yang sebaliknya.

Menurut Roni Asfar Susanto, ketika dihubungi via ponselnya mengatakan pasangan Aji Gagarin justru mempunyai potensi kemenangan lebih tinggi pada head to head pasangan Mbois. Ada sejumlah alasan yang dikemukakannya.

“Melihat Pacitan, sebagai kota yang basis biru, secara otomatis akan berdampak besar untuk kemenangan Aji-Gagarin nanti dan semua itu bisa di lihat,” katanya, Sabtu (12/9) .

Roni menambahkan, pasangan Aji-Gagarin ini mempunyai konstituen terbukti jauh lebih real dan sudah mengakar sampai level terbawah (akar rumput/Grassroots-nya kuat) selama 3 dan 4 periode.

“Ya lihat saja, semua masyarakat Pacitan pasti tahu siapa Aji dan siapa Gagarin maka dengan hal itu sudah pasti kan,” tegasnya.

Roni, menyimpulkan beberapa poin dan kekuatan yang miliki oleh partai Demokrat dan partai Golkar Indratama Nur Bayuaji dan Gagarin Sumrambah.

Partai Demokrat dan Partai Golkar sebagai kendaraan dan mesin politik Aji-Gagarin, lebih kuat dan efektif menjadi pemenang dalam setiap event pemilu di daerah ini (Kabupaten Pacitan). Kedua mesin partai tersebut masih mendapatkan tambahan dukungan 13 mesin lainnya yang sudah menyatakan berkoalisi.

Aji Gagarin secara karakteristik personal lebih mampu merepresentasikan rata-rata kalangan pemilih, mengingat peredaran geraknya cukup merata disemua kalangan, seperti kelompok masyarakat tua, kelompok millenial, masyarakat pedagang, nelayan, masyarakat berbasis agama, kelompok masyarakat seni budaya olahraga, kepariwisataan serta pendidikan

Aji Gagarin usianya terbilang muda, sehingga mempunyai energi yang lebih besar dalam dinamika pergerakan kontestasi, seperti dalam merajut dukungan dari elemen-elemen yang selama ini belum bergabung.

Adanya Keterbangunan pemahaman publik dan pemilih bahwa Aji Gagarin sejak kecil selalu tinggal dan mengabdi di Pacitan sehingga ada kesan bahwa mereka berdua mencalonkan bupati sudah selayaknya dan serius akan membangun daerahnya. Kesetiannya kepada pacitan sudah teruji.

Adanya hitung-hitungan dari bapaslon yang tidak menerima rekomendasi partai (Demokrat – Golkar) yang diperkirakan akan bersatu dan mengalihkan suaranya kepasangan Mbois, Roni Asfar berpendapat lain.

“Pastinya mereka akan bergabung dengan Aji-Gagarin. Mengingat visi-visi yang mereka luncurkan, secara umum substansinya mempunyai kesamaan dengan visi/gagasan yang dibangun oleh Aji Gagarin dalam memajukan Pacitan dimasa depan,” pungkasnya. (RedG/apri)

Tinggalkan Balasan