Semarang- Mahasiswi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Covid-19 di Kelurahan Ngemplak Simongan, memberikan pelatihan pemasaran online kepada warga Gedung Batu Tengah III RT 7 RW 5, Kota Semarang, belum lama ini.

Sebelumnya, mahasiswi bernama Nurul Fadililah ini mengadakan pembuatan kebab dan risol di warga setempat. Setelah pembuatan kebab dan risol, mahasiswi jurusan Teknik Elektro juga memberikan pelatihan pemasaran secara online. Pelatihan ini bertujuan untuk mempertahankan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

“Produknya itu kebab dan risol mayones frozen. Bahan yang di persiapkan untuk kebab adalah daging sapi olahan, salada, kulit kebab atau tortila beserta saus dan tomat. Sedangkan bahan risol, cukup menyediakan bahan seperti tepung terigu, tapioka, telur adonan kulit risol serta di dalam risol di beri mayo, potongan telur rebus, dan potongan sosis,” kata Nurul, Jumat (11-9-2020) siang.

Setelah pembuatan kebab dan risol, kata Nurul, warga juga di ajak untuk mengikuti pelatihan pemasaran secara online dengan menggunakan platfrom marketplace facebook.

“Warga diajarkan mengenai beberapa tahapan seperti fungsi fitur dan kebijakan marketplace di Facebook. Kebijakan marketplace di masa pandemi itu seperti tidak diperkenankan menjual barang semacam masker dan intinya yang terlibat dengan Covid itu tidak boleh dijual di marketplace. Ada kebijakan senidiri dari Facebook. Tahapan seperti itu di terangkan kepada warga saya,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Nurul menjelaskan tahapan selanjutnya adalah produk yang dijual agar mendapatkan peringkat teratas di marketplace facebook, yakni dengan cara sering upload produk minimal 1 sampai 2 kali per hari.

“Di setiap per upload foto harus berbeda ketika foto sama mendapatkan laporan dari facebook. Kebijakan seperti upload itu juga di terangkan ke warga yang mengikuti pelatihan,” ujarnya.

Diketahui, Nurul mengadakan kegiatan seperti pelatihan pembutan olahan makanan dan pemasaran online karena melihat warga di masa pandemi kebanyakan terkena dampak Pemutus Hubungan Kerja (PHK). Lalu, Nurul memberikan solusi untuk warga dengan cara memberikan pelatihan tersebut.

“Dulu, awal pandemi banyak warga yang terkena dampak PHK dan ada yang di rumahkan. Jadi, saya membantu untuk membangkitkan mempertahankan ekonomi agar stabil dengan cara penjualan produk secara online,” tandasnya.

Harapan Nurul, adanya pelatihan ini warga agar tidak menjadi beban dan solusi dari saya agar bisa di manfaatkan oleh warga setempat dan warga juga tetap semangat agar mempertahankan ekonomi tetap stabil.

“Semoga warga yang terdampak tetap semangat untuk mempertahankan ekonomi agar tetap stabil di masa pandemi,” harap Nurul. (RedG/Dicky Tifani Badi)

Tinggalkan Balasan