Wonogiri-Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri sebagai perguran tinggi agama Islam satu-satunya di Wonogiri memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapa saja untuk bergabung. Tahun akademik 2020/2021 ini, sudah ada mahasiswa yang bergabung dari berbagai tingkatan usia dan berbagai profesinya.

Apapun profesinya bukan menjadi penghalang untuk menuntut ilmu. Salah satu mahasiswa baru STAIMAS, Dawut Tri Wahyudi (27) adalah seorang pedagang ayam potong keliling. Kurang lebih 3-4 tahun ini Dawut menjalani pekerjaannya itu.

Berangkat kurang lebih pukul 07.00 dan pulang sekitar pukul 09.00 WIB atau 09.30 WIB.

Dia berkeliling dari satu tempat ke tempat lain di wilayah Jatirejo, Jatisari, Jatisrono.

Tahun 2020 ini, Dawut memutuskan melanjutkan kuliah. Anak ketiga dari empat bersaudara itu adalah lulusan SMK YISS Jatipurno tahun 2011. Dia merasa perlu kuliah untuk melanjutkan pedidikan. Selain itu, ia menilai pendidikan untuk masa yang akan datang menjadi sangat penting dan bahkan bisa menjadi suatu keharusan.

“Saya pilih STAIMAS jujur karena letak STAIMAS yang di Wonogiri. Pertama karena dekat sehingga tidak terlalu repot. Yang kedua memang ingin menjdi orang asli wonogiri yang mau belajar di Wonogiri dan nantinya bisa memajukan Wonogiri sesuai bidang atau kemampuan saya,” papar Dawut.

Mahasiswa baru STAIMAS lainnya yaitu Gusti Alfian Fauzan (27). Dia merasa perlu melanjutkan kuliah karena untuk masa depan membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Anak pertama dari tiga bersaudara itu kurang lebih selama 4 tahun terakhir ini bekerja di cleaning service. Saat ini ia bertugas di area Sekretariat Daerah Wonogiri.

“Saya merasa kurang puas hanya dengan berijazah SMK karena saya yakin untuk masa depan insya Allah tidak cukup hanya dengan memiliki ijazah SMK. Saya memilih STAIMAS dikarenakan motivasi orangtua termasuk karena dekat dari rumah,” ujar alumnus SMK Pancasila 1 Wonogiri itu.

Menurut Alfian, keinginannya untuk melanjutkan kuliah juga tidak terlepas dari motivasi salah satu dosen tamu STAIMAS, Mami Eva Novayani yang sehari-hari bertugas di Radio Giri Swara (RGS).

Mahasiswa baru lainnya, Muhklis Hidayanto (25), juga memliki keinginan kuat kuliah untuk menuntut ilmu. Muhklis yang merupakan alumnus SMK 2 Karanganyar tahun 2013 itu sehari-hari berjualan bubur ayam.

“Kalau pagi saya jualan bubur dan siang potong rambut. Saya kuliah di STAIMAS karena ingin tambah ilmu, waktu kuliah fleksibel dan dekat,” ujar lelaki yang tinggal di Bondalem, Jumantoro, Jumpolo, Karanganyar itu.

Selain Dawut, Alfian dan Muhklis, mahasiswa STAIMAS memiliki latar belakang pekerjaan yang bermacam-macam. Di antaranya guru, karyawan pabrik, pedagang online dan lain sebagainya.

Ketua STAIMAS Wonogiri, H Tri Gunawan Hadi, S.Sos, SPd.I, M.Si, MH, mengatakan sangat mengapresiasi siapa saja yang punya keinginan untuk kuliah.

“Mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim, jadi kita apresiasi Para mahasiswa yang punya motivasi tinggi untuk kuliah di STAIMAS apapun latar belakang dan profesinya,” ujar Tri.

Waket III STAIMAS, Sugiyanto SE MM, mengemukakan STAIMAS akan membentuk komunitas mahasiswa yang sudah merintis usaha. Sugi menuturkan saat ini sudah ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan.

“Nanti kami lakukan pembinaan agar usahanya berkembang,” imbuhnya.(red)

Tinggalkan Balasan