Solo- Salah satu tradisi kearifan lokal masyarakat Jawa adalah tradisi BANCAKAN yakni menyajikan berbagai jenis makanan, Sayuran dan Buah – buahan guna dibagikan kepada sesama.

Terkait hal tersebut Ketua Dewan Pemerhati Dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia dan Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram ( FBM ) BRM Kusumo Putro, SH,MH menjelaskan
BANCAKAN adalah tradisi peninggalan leluhur sebagai wujud Syukur dan terima kasih kita kepada Allah yang Maha pengasih atas Berkah dan Anugerah segala Kebaikan yang telah diberikan dan dilimpahkan kepada kita serta Terima kasih kita kepada Alam sehingga terjalin hubungan yang Harmonis antara Alam dan Manusia serta sebagai sarana untuk menjalin hubungan yang baik dan Kekeluargaan antar anggota masyarakat sehingga tercipta suasana yang Tenang, Nyaman, Aman, Gotong royong, Saling Hormat – Menghormati dan Saling Menghargai segala Perbedaan hidup bermasyarakat.

“Tradisi BANCAKAN merupakan tradisi turun – temurun yang harus tetap kita lestarikan bersama,” ujarnya.

Kusumo menuturkan BANCAKAN mempunyai sejumlah manfaat yakni
membangun sebuah Kebersamaan dan Kepedulian Sosial Antar Manusia sebagai sesama Mahluk Sosial hidup bermasyarakat. Membangun kebersamaan dalam mengucap Syukur ke Allah Sang Pencipta Alam dan Sang Permberi Kehidupan.

“Membangun kebersamaan dalam kerukunan dan perasaan senasib sepenanggungan, Membangun kebersamaan dalam Menghargai dan Mengelola Alam,” lanjutnya.

Kusumo menambahkan BANCAKAN juga membangun kebersamaan dalam menyikapi perbedaan yang ada di masyarakat guna mewujudkan sebuah toleransi sosial antar manusia.

“Toleransi budaya dan toleransi antar umat yang berbeda agama dan kepercayaan,” tegasnya.( red )

Tinggalkan Balasan