Solo- Mencari Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, di dalamnya memiliki daya juang yang tinggi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dengan demikian jangan heran jika suatu lembaga kantor, instansi, khususnya perguruan tinggi mencari SDM yang handal, khususnya dibidang tersebut, yakni SDM yang ahli dalam penelitian, survey, jejaringan, dan membangun kekompakan. Karenanya tak heran jika STIE AUB Surakarta menunjuk Dr. Etty Indriani, MM, M.Si untuk menjadi orang yang berkompeten dalam urusan penelitian/survey yang handal.

Doktor ekonomi lulusan S3 UNDIP Semarang ini sudah berulang kali menorehkan hasil yang nyata, mendatangkan income sah, resmi, halal, dari uji kreatif dari kemahiranya menulis dan berkomunikasi. STIE AUB yang berulangkali telah meraih penghargaan serta dana hibah itu juga tidak lepas dari gesitnya jemari doktor pintar yang aktif membangun jaringan ini.

Dalam webinar dengan relasi kerjanya kemarin, Senin 7 September 2020, di ruang kerjanya, wanita cantik yang jika bertutur kata halus dan lembut ini mengatakan bahwa STIE AUB baru saja memperoleh atau mendapat bantuan dana hibah dari Kemendikbud Dikti, bantuan tersebut akan digunakan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat yang tentunya dosen dan mahasiswa yang nantinya berperan aktif.

Dalam gelar pendapat melalui webinar lalu, Doktor Etty mengatakan akan terus meningkatkan dan mengembangkan komunikasi jaringan dengan berbagai pihak. Karena penelitian merupakan bagian penting dari suatu lembaga pendidikan tinggi. Karena itulah dari webinar kemarin Doktor Etty melakukan komunikasi dengan peserta yang jumlahnya kurang lebih 30 orang.

“Kami mengundang 30 pengelola UPKD untuk berdialog tentang dana hibah seperti dimaksud. Disini kami bicara tingkat kredit masyarakat dalam lembaga keuangan di didalamnya sangat bagus,” ujarnya.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa AUB dan dosen. Hasil dialog di implementasikan ke seluruh masyarakat.

“Dana hibah itu berkembang, bagus kok hasilnya. Teman teman pengelola, saat ini menilai karaktetistik yang baik. Peserta kami dalam webinar ini dari Papua, Pekalongan, Jawa Barat dll.
Team pengabdian masyarakat di AUB sangat baik,” tuturnya.

“Hasil riset dosen dan mahasiswa ini akan dibukukan di lembaga negara. Hasil riset ini sangat bagus,” imbuhnya.

Webinar tentang strategi pengembangan keberlanjutan UPK DAIM merupakan wujud dari STIE AUB dalam pengimplementasian kinerja team solid manajemen kami. Jadi, sekarang ini yang namanya realisasi penelitian itu tidak hanya dosen yang melakukan, tetapi mahasiswa juga diwajibkan. Seperti apa statemen lanjut dari Doktor Etty, ikuti laporan kami di majalah Didik edisi Oktober. (Ris/r)

Tinggalkan Balasan